JATI – Warga Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, memprotes pelayanan listrik oleh PT PLN (Persero) UP3 Kudus.
Dalam beberapa bulan terakhir, listrik di sejumlah wilayah desa tersebut kerap padam tanpa kejelasan.
Puncak kekesalan warga bahkan membuat mereka berencana mendatangi Kantor PLN UP3 Kudus pada Jumat (31/10) pagi.
Baca Juga: Pembangunan Pasar Babe Kudus Dilanjut, Pedagang Tunggu Sekat
Kepala Desa Jepangpakis, Sakroni, membenarkan bahwa ratusan warga sempat berencana menggruduk kantor PLN untuk menyampaikan keluhan.
Namun niat itu berhasil diurungkan setelah perwakilan PLN UP3 Kudus dikabarkan akan datang langsung menemui warga di desa.
“Masyarakat kita sudah marah berkaitan dengan listrik di Desa Jepang Pakis yang sering padam, terutama di RW 2 sejak beberapa bulan lalu,” ungkap Sakroni, Jumat (31/10).
Menurutnya, gangguan listrik itu telah berkali-kali dilaporkan ke pihak PLN melalui nomor layanan pelanggan, bahkan ke Bupati Kudus lewat kanal pengaduan Lapor K1 dan K2.
Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut nyata yang dirasakan warga.
Sakroni menuturkan, pihaknya pernah mendapat janji dari PLN bahwa akan dilakukan perbaikan jaringan dengan menambah tiang dan trafo di RW 2.
Tetapi, janji tersebut tak kunjung direalisasikan.
Baca Juga: Dugaan Campuran Etanol di Pertalite Tak Pengaruhi Penjualan Pertamax di Kudus, Ini Realitanya
“Sudah lama ditunggu, tapi tidak ada tindakan. Listrik tetap sering padam,” katanya.
Keluhan warga semakin memuncak setelah dalam beberapa hari terakhir, RW 4 dan RW 5 juga mengalami pemadaman serupa.
Warga mencoba menghubungi nomor aduan PLN, namun tidak ada respons.
Situasi itu membuat mereka semakin kecewa dan marah.
“Kalau masalahnya di trafo, seharusnya PLN punya stok. Jangan sampai pelanggan dirugikan dengan alasan klasik tidak ada trafo,” tegasnya.
Sakroni menambahkan, masyarakat Jepangpakis selama ini selalu taat membayar listrik tepat waktu, sehingga PLN seharusnya juga memenuhi kewajiban memberikan layanan terbaik.
Ia berharap, pertemuan dengan perwakilan PLN bisa menghasilkan solusi konkret agar listrik di desanya kembali normal.
“Pihak PLN tadi menyampaikan akan menindaklanjuti, maksimal sampai hari Minggu (2/11) nanti. Entah dengan mengganti trafo atau menaikkan daya, kita tunggu saja hasilnya,” jelasnya.
Namun, Sakroni mengingatkan, jika hingga batas waktu yang dijanjikan tidak ada perbaikan, warga berencana akan datang kembali ke Kantor PLN UP3 Kudus dengan jumlah massa yang lebih banyak.
“Harapan kami, masyarakat tidak lagi dirugikan karena listrik yang sering padam. Tapi kalau sampai tidak ada tindak lanjut, warga siap turun langsung ke PLN,” tegasnya. (dik)
Editor : Mahendra Aditya