KUDUS – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan Mlampah Sareng Santri di Kabupaten Kudus, Minggu (26/10).
Agenda yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional ini dibuka secara resmi oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, di depan Kantor Bupati Kudus.
Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren, madrasah, dan sekolah tumpah ruah mengikuti kegiatan tersebut.
Baca Juga: Mantap! Retribusi Kopi Street Kudus Tambah PAD Daerah
Mengenakan bawahan sarung dan atasan bebas, para santri turut membawa atribut berupa bendera dan poster dengan tulisan yang mengekspresikan kegembiraan mereka sebagai santri.
Kegiatan diawali dengan doa bersama dan pelepasan balon ke udara sebagai simbol harapan agar santri terus menebar kedamaian di tengah masyarakat.
Rute Mlampah Sareng Santri sekitar 3,87 kilometer.
Dimulai dari Alun-alun Simpang Tujuh Kudus menuju Jalan Dr. Ramelan, lanjut ke Jalan Mangga hingga Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo.
Peserta kemudian berbelok ke Utara menuju Jalan Kyai Telingsing, lalu ke arah Timur melalui Jalan Sunan Kudus, sebelum kembali ke Alun-alun melalui Jalan Pangeran Puger, Jalan Veteran, dan Jalan Sunan Muria.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh santri di Kabupaten Kudus.
“Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap para santri. Semoga santri di Indonesia semakin maju, ikut berperan di ruang publik, dan menjaga Kudus tetap damai serta kondusif,” ujarnya.
Baca Juga: Mengenal Kopi Street Kudus, Tren Nongkrong Anak Muda Kekinian
Ia juga menegaskan bahwa santri memiliki peran penting dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Santri hari ini harus visioner, tidak hanya memahami ilmu agama, tapi juga siap menjawab tantangan global. Santri punya kontribusi besar dalam menjaga ketenteraman dan kemajuan Kudus,” tambahnya.
Ketua Panitia Mlampah Sareng Santri, Renni Yuniati, mengatakan bahwa kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 ribu peserta dari 500 hingga 700 lembaga pendidikan dan instansi.
“Acara ini menjadi simbol langkah bersama membangun Indonesia dan peradaban dunia. NU ingin menunjukkan bahwa dengan bergandengan tangan dan kekuatan pikiran, kita bisa menjadi bangsa yang besar dan beradab,” tuturnya.
Renni menambahkan, kegiatan ini juga menjadi puncak dari 46 rangkaian acara dalam peringatan Hari Santri 2025 di Kudus.
Sejumlah pihak turut mendukung terselenggaranya acara, seperti PT Djarum, Kementerian Agama, Bank Jateng, BRI, dan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus dan lembaga-lembaga lainnya.
Mereka memberikan dukungan finansial maupun hadiah doorprize.
Doorprize berupa sepeda motor, motor listrik, kulkas, mesin cuci, hingga sepeda listrik, serta hadiah menarik lainnya.
“Ini adalah langkah besar bagi Kudus untuk semakin semangat memajukan potensi daerah. Kami berharap momen ini menjadi kebangkitan bersama menuju masyarakat Kudus yang sejahtera dan berperadaban,” imbuh Renni.
Kegiatan Mlampah Sareng Santri menjadi penutup meriah dari rangkaian Hari Santri Nasional 2025 di Kabupaten Kudus.
Ribuan langkah para santri yang kompak dan penuh semangat menjadi simbol kebersamaan, persaudaraan, serta komitmen untuk terus meneguhkan peran santri dalam membangun bangsa dan peradaban.
Salah satu peserta, Shyirin Chintya, siswi kelas XI MA NU Muallimat, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.
“Seru banget, bisa bertemu teman-teman santri dari berbagai sekolah. Tahun lalu saya ikut juga, tapi tahun ini jauh lebih ramai,” ucapnya dengan penuh semangat. (dik)
Editor : Mahendra Aditya