Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Desa Kedungdowo jadi percontohan Posyandu dengan 6 bidang layanan di Kecamatan Kaliwungu Kudus

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 24 Oktober 2025 | 01:30 WIB
Peninjauan Ketua Tim Pembina Posyandu Kudus, Endhah Endayani
Peninjauan Ketua Tim Pembina Posyandu Kudus, Endhah Endayani

RADAR KUDUS, 23 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten Kudus terus melakukan pembaruan layanan Posyandu yang kini tidak hanya melayani kesehatan ibu dan anak, tetapi berkembang menjadi pusat layanan terpadu bagi masyarakat dengan enam bidang pelayanan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Ketua Tim Pembina Posyandu Kudus, Endhah Endayani, menyatakan bahwa perubahan ini merupakan tindak lanjut dari Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 yang menekankan layanan terpadu di Posyandu.

Ia berharap seluruh desa di Kudus dapat menerapkan enam SPM secara menyeluruh.

Lomba Posyandu tingkat kabupaten ini diikuti oleh sembilan kecamatan dengan total hadiah jutaan rupiah yang bertujuan mendorong kader Posyandu berinovasi dan memperkuat pelayanan masyarakat hingga tingkat desa.

Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, menjadi contoh sukses pelaksanaan New Posyandu melalui Posyandu Sakura 8 yang mewakili kecamatan tersebut dalam Lomba Posyandu tingkat Kabupaten Kudus tahun 2025, yang berlangsung sejak 20 hingga 24 Oktober.

Camat Kaliwungu, Satria Agus Himawan, mengungkapkan bahwa sejak awal tahun, seluruh Posyandu di wilayahnya sudah mengintegrasikan enam SPM, yaitu bidang kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketertiban dan ketenteraman masyarakat. Setiap Posyandu wajib memiliki minimal 15 kader yang mengelola layanan tersebut.

“Posyandu kini bukan hanya tempat pelayanan kesehatan, tapi juga menjadi kanal pengaduan masyarakat di bidang sosial, pendidikan, dan perumahan, yang membantu pemerintah desa dalam menindaklanjuti kebutuhan warga,” jelas Satria saat kunjungan di Desa Kedungdowo.

Sistem layanan ini memudahkan pemerintah desa mengelola aspirasi masyarakat baik secara langsung di tingkat desa maupun melalui dinas terkait atau mitra CSR seperti PT Djarum, Polytron, dan PT Sukun. “Posyandu menjadi pintu utama bagi warga untuk mengakses layanan publik,” tambahnya.

Selain penguatan kelembagaan, Posyandu Sakura 8 juga berfokus pada penanganan stunting melalui tiga program unggulan: Duta Sahabat Stunting, TPA Pertiwi, dan Bule Gallon (budidaya ikan lele dalam galon) yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.(Fuad)

Editor : Mahendra Aditya
#Lomba Posyandu #tempat penitipan anak #Kudus