Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pasar Sarwono Wonosoco: Perpaduan Kuliner Tradisional dan Budaya di Tengah Alam Kudus

Zainal Abidin RK • Kamis, 23 Oktober 2025 | 00:19 WIB

BEREBUT: Sejumlah pengunjung Pasar Sarwono Desa Wonosoco membeli produk kuliner setempat, Minggu (8/6).
BEREBUT: Sejumlah pengunjung Pasar Sarwono Desa Wonosoco membeli produk kuliner setempat, Minggu (8/6).

KUDUS – Desa Wonosoco di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, kini memiliki daya tarik wisata baru yang kental dengan nuansa tradisi.

Setiap Minggu Legi, kawasan ini ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah untuk menikmati suasana Pasar Sarwono, pasar tematik yang memadukan kuliner khas desa, hiburan budaya, dan nilai gotong royong masyarakat.

Pasar yang mulai dikelola secara resmi sejak tahun 2022 ini digagas oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wonosoco, bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Dengan tiket masuk sebesar Rp5.000, pengunjung dapat menukarkan uang mereka dengan koin belanja tradisional senilai minimal Rp10.000 untuk bertransaksi di area pasar.

Sistem ini menambah kesan unik dan membawa pengunjung bernostalgia dengan cara berbelanja tempo dulu.

“Pasar Sarwono memang difokuskan untuk menjajakan jajanan tradisional.

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati pementasan wayang klitik secara singkat dan hiburan dari penyanyi lokal,” ujar Gunodo, Ketua Pokdarwis Wonosoco.

Beragam makanan khas desa disajikan di sini, mulai dari nasi jagung, nasi pager, wedang secang, wedang coro, hingga aneka kudapan seperti nagasari, arem-arem, getuk, dan berbagai jajanan pasar lainnya.

Harganya pun sangat terjangkau — hanya dengan satu koin senilai Rp2.000, pengunjung sudah bisa menikmati cita rasa tradisional yang autentik.

Seluruh pedagang di Pasar Sarwono merupakan warga Desa Wonosoco sendiri.

Hal ini menjadikan pasar bukan sekadar tempat wisata, tetapi juga wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Yang berjualan itu dari masyarakat setempat.

Tujuannya, tentu saja, untuk menambah perekonomian desa dan masyarakat,” tambah Gunodo.

Lebih dari sekadar tempat berbelanja, Pasar Sarwono menjadi ruang interaksi sosial dan pelestarian budaya lokal.

Dengan pementasan seni tradisional, suasana pedesaan yang asri, dan kehangatan warga, pasar ini berhasil menghadirkan pengalaman wisata yang unik dan bernilai edukatif bagi pengunjung.

 

Editor : Zainal Abidin RK
#desa wonosoco #Minggu Legi #BUMDes #Kudus #pokdarwis