Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jaga Kualitas Makanan, Pemprov Jateng Monitoring MBG di SMP 1 Jati Kudus

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 14 Oktober 2025 | 18:42 WIB

 

MENINJAU: Tim Pemprov Jateng meng-interview siswa saat monitoring pelaksanaan program MBG di SMP 1 Jati Kudus.
MENINJAU: Tim Pemprov Jateng meng-interview siswa saat monitoring pelaksanaan program MBG di SMP 1 Jati Kudus.

KUDUS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan monev di sebuah sekolah yang sudah mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ini instruksi langsung dari Gubernur Jateng Ahmad Lutfi sebagai bentuk antisipasi keracunan. Selain itu juga untuk menjaga kualitas makanan yang diberikan.

Kepala SMP 1 Jati Sumaryatun menjelaskan, Pemprov Jateng utusan dari gubernur datang ke sekolah dan wawancara langsung dengan siswa tentang MBG.

Sebelumnya, memang tidak ada pemberitahuan, monitoring evaluasi (monev) ini dadakan karena benar-benar memastikan MBG aman.

”Yang namanya monev memang dadakan, dan Alhammdulillah pada saat di wawancarai siswa menjawab apa adanya. Makanan dari MBG yang diberikan hari ini (kemarin, Red) siswa suka, karena jenis makanan yang disajikan macaroni skotel,” jelasnya.

Sumaryatun mengatakan, mendapatkan MBG sejak ajaran baru dimulai. Jumlanya ada 881 siswa.

Untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Desa Jepang, Kecamatan Mejobo.

Ia menambahkan, untuk menu siswa diperbolehkan request dan selalu dipenuhi dari SPPG-nya.

Menurutnya, selama mendapatkan MBG rata-rata siswa suka, kalau ada yang tidak dimakan itu wajar, karena tak suka dengan menunya.

”Ya, semenjak ada berita viral pada keracunan, guru-guru mencicipi lebih dulu. Agar aman dikonsumsi siswa. Kami juga berpesan kepada siswa, kalau tak suka menunya jangan dimakan biarkan tetap berada di launch box supaya pihak SPPG mengetahui,” ujarnya.

Pihaknya, juga sering memberikan masukan kepada SPPG dan direspons.

Sangat kooperatif, jadi sekolah itu bisa menyalurkan apa yang masih menjadi kekurangan.

Sumaryatun menambahkan, kegiatan monev ini sudah kali kedua, yang pertama dari Kemendikdasmen dan banyak memberikan masukan-masukan, contohnya sebelum makan siswa melakukan cuci tangan lebih dulu dan makan bersama di dalam kelas. (san)

Editor : Ali Mustofa
#pemprov jateng #Mbg #Ahmad Luthfi #siswa #sekolah #makanan