KUDUS - Job fair 2025 yang berlangsung di Gedung Graha Mustika dibanjiri para pencari kerja pada Jumat (10/10).
Total pelamar yang berpartisipasi pada agenda itu kurang lebih mencapai 4.004 pencari pekerjaan.
Job Fair Kudus ini diikuti sebanyak 20 perusahaan. Sementara itu, untuk ketersediaan lowongan pekerjaan ada sebanyak 1.401 Loker.
Masyarakat yang hadir sangat antusias untuk mendaftarkan diri untuk memperoleh pekerjaan.
Salah satu peserta Andika, warga Desa Karangampel ini telah menyiapkan banyak lamaran kerja. Ia begitu antusias untuk mendaftar dan mencari pekerjaan.
Andika mengaku sebelumnya sudah bekerja di salah satu perusahaan swasta.
Dia bekerja kurang lebih satu tahun. Namun kontraknya tidak diperpanjang oleh perusahaan.
”Kalau bisa daftar sebanyaknya dan semoga saya mendapatkan pekerjaan lagi,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton menyampaikan, untuk menekan angka pengangguran perlu peran aktif pemerintah dan pihak perusahaan.
Sebab itu, bursa pameran kerja ini adalah upaya alternatif.
Bellinda menambahkan, pada job fair ini membuka dan memberikan kuota bagi penyandang disabilitas. Kuota lowongan pekerjaan kurang lebih ada 10 loker.
”Job fair ini Insya Allah tidak formalitas (Melamar dan tidak dipanggil) ada sesi wawancara yang akan dilaksanakan,” katanya.
Wabup berpesan kepada pencari kerja untuk terus berupaya mengembangkan diri.
Perusahaan akan tertarik kepada seorang pekerja yang tidak mudah menyerah dan terus belajar.
”Job fair ini akan berbeda pada tahun sebelumnya. Kami ingin mengadakan secara transparan, bagi pelamar dilaksanakna interview langsung di stand-stand,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kudus, Catur Widiyatno menyampaikan, pelaksanaan bursa kerja ini adalah bentuk mengurangi angka pengangguran. Serta mengoptimalkan serapan tenaga kerja.
Pada kesempatan itu, Pemkab bekerja sama dengan Job City, aplikasi layanan pencari kerja ini untuk mempermudah masyarakat mencari pekerjaan.
Di sana pencari kerja akan lebih mudah mengakses serta mendaftar secara online. (gal)
Editor : Ali Mustofa