KUDUS- PT Djarum dan Polytron kembali menyalurkan bantuan pembangunan Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) kepada masyarakat di Pendopo Kudus Selasa (30/9).
Sebanyak 130 rumah masyarakat Kudus yang mendapatkan renovasi maupun dibangun ulang dengan total biaya lebih dari Rp 7,5 miliar.
Jumlah anggaran tersebut terbagi untuk masing-masing rumah berkisar Rp58 juta sampai Rp60 juta.
Baca Juga: PB Djarum Amankan Piala Liem Swie King dan Sigit Budiarto di Ajang Polytron Superliga Junior 2024
Para penerima bantuan RSLH tersebut, tersebar di 9 kecamatan yang terdiri dari 18 rumah di Kecamatan Gebog, 21 rumah di Kecamatan Dawe.
5 rumah di Kecamatan Bae, 13 rumah di Kecamatan Kota, 13 rumah di Kecamatan Kaliwungu, 2 rumah di Kecamatan Jati.
26 rumah di Kecamatan Undaan, 17 rumah di Kecamatan Mejobo, 15 rumah di Kecamatan Jekulo.
Ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama RSLH di Kudus pada April 2025 yang meresmikan 92 hunian.
Salah satu penerima bantuan RSLH yang turut hadir dalam seremoni serah terima simbolis ini ialah Misbahussurur, warga Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog.
Ia berucap syukur karena kini bisa menempati hunian yang jauh lebih nyaman dan aman, dari yang sebelumnya hampir roboh dan banyak kebocoran.
Baca Juga: UIN Sunan Kudus Gelar Evaluasi KKN Moderasi Beragama, Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Warga yang menerima bantuan Misbahussurur menyatakan, sebelum direnovasi rumahnya sering bocor ketika terjadi hujan.
Selain itu rumahnya kurang kokoh, ketika ada angin terasa goyang-goyang.
”Dulu kamar mandi roboh, terkena angin. Karena itu, saya mandinya di rumah tetangga. Sekarang Alhamdulillah sudah ada kamar mandi dan WC. Perasaan saya setelah rumah sudah jadi yang pasti bahagia. Terima kasih untuk PT Djarum dan Polytron sudah membantu membangun rumah layak huni,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyambut positif konsistensi PT Djarum dan Polytron dalam program RSLH sebagai upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kudus.
Ia berharap agar para penerima bantuan dapat merasakan manfaat serta meningkatkan produktivitas, sehingga kesejahteraan masyarakat Kudus semakin merata
Baca Juga: Bantu Verifikasi Data, Ahmad Luthfi Lepas 1.910 Mahasiswa UMK KKN Tematik RTLH di Kudus
“Melalui program RSLH ini, kami harap penerima bantuan dapat lebih produktif dan termotivasi untuk hidup lebih baik. Karena rumah yang aman, sehat, dan nyaman menjadi pondasi penting demi mewujudkan hal tersebut,” ujar Sam’ani.
General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan, tahap pertama dan kedua dengan total 222 rumah merupakan rangkaian dari target 300 hunian yang akan direnovasi sepanjang tahun 2025.
Sementara untuk 78 rumah lainnya dicanangkan rampung pada Desember mendatang.
Ia melanjutkan, masih dalam suasana memperingati HUT ke–476 Kabupaten Kudus, momentum ini merupakan ‘kado’ dari perusahaan yang berkantor pusat di Kudus untuk masyarakat.
“Ini persembahan untuk masyarakat Kudus karena selama ini telah bersinergi bersama membangun Kota Kretek. Momen ini juga merupakan serah terima rumah terbanyak sepanjang yang kami telah lakukan di Kudus,” katanya.
Menariknya, mulai pada tahap ini dan selanjutnya, luas rumah bertambah 3,5 meter persegi dari sebelumnya 30 meter persegi.
Lalu penempatan kamar mandi yang semula berdekatan dengan dapur, kini berada di area belakang rumah.
Baca Juga: Realisasi Program RTLH, Wagub Jateng Taj Yasin Jemput Harapan di Rumah Reyot Lansia Sebatang Kara
“Kami juga mempertimbangkan jumlah penghuni di setiap rumah. Standarnya itu kan 2 kamar, 1 ruang serbaguna, dapur, dan toilet. Tapi kalau penghuni lebih dari 5, ukuran menjadi 41 meter persegi dengan 3 kamar. Kami ingin menciptakan hunian yang aman, nyaman, dan sehat,” tegas Budiharto.
Melalui program bedah rumah ini, hunian yang direnovasi dan dibangun ulang mengacu pada tiga aspek dasar yakni aman, nyaman dan sehat untuk ditinggali.
Program ini menerapkan total intervensi sehingga penerima bantuan tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali untuk proses pembangunan, serta melibatkan masyarakat di lingkungan sekitar dalam proses pembangunan.
Sementara itu, Direktur Finance PT Hartono Istana Teknologi (Polytron), Guido One Tuwan berucap, serah terima RSLH kali ini merupakan bentuk syukur serta apresiasi untuk masyarakat Kudus dan sekitarnya yang selama 50 tahun terakhir berkolaborasi secara sinergis dengan merk elektronik nasional tersebut.
Program ini merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan untuk berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di area operasionalnya.
”Kami harap peresmian RSLH ini menjadi kado dari perusahaan bagi masyarakat sekitar yang telah bersinergi dengan baik selama bertahun-tahun dalam membangun kota tercinta ini. Sehingga ke depannya, kesejahteraan masyarakat Kudus dapat merata dan meningkat sejalan dengan kualitas hidup mereka,” papar Guido.
Adapun renovasi 130 rumah di Kabupaten Kudus ini merupakan rangkaian program RSLH dari PT Djarum yang sepanjang 2025 ini menargetkan merenovasi 350 rumah di wilayah Kudus dan beberapa kabupaten di wilayah Jawa Tengah.
Dengan demikian, bila ditarik mundur sejak 2022, renovasi rumah yang sudah dan akan dilakukan PT Djarum hingga akhir tahun nanti mencapai 620 hunian yang tersebar di Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara serta Purbalingga. (gal)
Editor : Ali Mustofa