JATI – Warga Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, digemparkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia akibat gantung diri di dalam kamar rumahnya, Rabu (24/9) siang.
Korban diketahui berinisial S (35), warga setempat.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus, Mundir, melaporkan kejadian tersebut sebagai insiden membahayakan nyawa.
Baca Juga: Kecamatan Kaliwungu Kudus Luncurkan Inovasi GAPURA UNGU, Begini Penjelasannya
Laporan awal yang diterima, masuk melalui Kudus Siaga 112 sekitar pukul 12.00 WIB dari pelapor bernama Zainal.
Tim kemudian berkoordinasi dengan Inafis Polres Kudus, Polsek Jati, Koramil Jati, dan Puskesmas Jati untuk melakukan pemeriksaan dan evakuasi.
Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak bernyawa.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Inafis dan tenaga medis Puskesmas Jati, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban selain bekas jeratan di leher.
Diduga korban telah meninggal dunia sekitar 3–4 jam sebelum ditemukan.
Informasi dari pihak keluarga menyebutkan bahwa korban memiliki riwayat gangguan jiwa dan pernah menjalani pemeriksaan di RSUD Kudus.
Adik korban, Saputri, menuturkan bahwa kakaknya sejak dua bulan terakhir lebih sering mengurung diri di rumah setelah pulang kerja dari Bali.
Baca Juga: Kenduren Massal Dalam Rangka HUT ke-476 Kudus Jadi Simbol Persatuan Warga
Dugaan sementara, korban nekat mengakhiri hidupnya karena depresi.
Pihak keluarga menerima dengan ikhlas musibah tersebut dan menolak dilakukan visum, sehingga jenazah langsung diserahkan untuk dimakamkan.
Proses evakuasi berlangsung mulai pukul 12.15 WIB hingga 13.30 WIB.
Situasi di rumah duka tetap kondusif dengan pendampingan aparat dan relawan.
BPBD Kudus memastikan seluruh prosedur, mulai dari pendataan, koordinasi lintas instansi, hingga dokumentasi kegiatan, telah dilaksanakan.
Mundir mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan anggota keluarga yang memiliki riwayat gangguan mental agar mendapat pendampingan dan tidak terjebak dalam kondisi depresi berkepanjangan.
"Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua pentingnya kepedulian terhadap kesehatan jiwa," katanya. (dik)
Editor : Mahendra Aditya