Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bukan Karangan Bunga, 240 Ucapan HUT Kudus Diganti Bibit Pohon Hidup

Andika Trisna Saputra • Selasa, 23 September 2025 | 05:40 WIB
UCAPAN HUT: Petugas pengirim tanaman sedang memindahkan tanaman dari pengirim ke Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (22/9). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
UCAPAN HUT: Petugas pengirim tanaman sedang memindahkan tanaman dari pengirim ke Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (22/9). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KOTA – Perayaan Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-476 tahun ini tampil berbeda.

Jika sebelumnya ucapan selamat lazim disampaikan melalui papan bunga, kali ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mewajibkan para stakeholder menggantinya dengan bibit pohon atau tanaman hidup.

Langkah ini digagas Bupati Kudus sebagai bagian dari kampanye pelestarian lingkungan.

Baca Juga: Pembayaran Nontunai Terbukti Ampuh Dongkrak Retribusi Sampah Kudus

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Arief Zuli Tanjung, menjelaskan program tersebut sesuai arahan bupati untuk mengedepankan gerakan menanam.

“Ucapan selamat diganti dengan pohon atau tanaman hidup. Sejauh ini sudah terkumpul sekitar 240 tanaman per 18.00 WIB, mulai dari tanaman keras, buah, bunga hingga tanaman penghijauan,” ujarnya Senin (22/9).

Jenis bibit yang diberikan cukup beragam, di antaranya kelengkeng, durian lokal, mangga grafita merah, kedondong, jeruk nipis, jambu air, parojoto, delima, hingga bunga hias seperti bugenvil.

Harga bibit bervariasi, berkisar antara Rp350 ribu hingga Rp500 ribu per pohon, tergantung jenis dan lokasi pembelian.

“Tidak ada kriteria khusus, yang penting tidak membebani dan bisa ditanam untuk jangka panjang,” tambah Tanjung.

Partisipasi datang dari berbagai pihak, termasuk perangkat daerah, desa, kecamatan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), organisasi masyarakat, instansi pusat maupun provinsi, perusahaan swasta, hingga perbankan.

Bahkan, sejumlah komunitas dan masyarakat umum turut serta menyumbangkan bibit tanaman.

Baca Juga: POTRET Bupati Sam'ani-Wabup Kudus Bellinda Melebur Bersama 10 Ribu Warga Mlampah Sesarengan

Sebagian bibit telah ditanam secara simbolis dalam even Scooter Go Green, sementara sisanya akan dibagikan ke desa-desa.

Pemkab juga merencanakan penanaman di kawasan Museum Patiayam dengan fokus pada pohon penghijauan.

“Harapannya, selain menjadi simbol ucapan ulang tahun, tanaman ini bermanfaat untuk kelestarian lingkungan. Sebab lingkungan yang baik akan kembali memberi kenyamanan bagi masyarakat Kudus,” tegas Tanjung.

Dengan kebijakan baru ini, suasana Hari Jadi ia menambahkan, Kudus ke-476 tidak hanya semarak, tetapi juga meninggalkan warisan nyata berupa penghijauan.

Dari yang semula sekadar ucapan seremonial, kini perayaan ulang tahun daerah sekaligus menjadi gerakan menanam untuk masa depan Kudus yang lebih teduh.

Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk kalangan gereja.

Yohanes Suyatno (56), karyawan Gereja Katolik Santo Yohanes Evangelista, menuturkan pihaknya memilih bunga bugenvil sebagai ucapan HUT Kudus tahun ini.

“Kalau menggunakan tanaman tidak menimbulkan sampah, bisa ditanam, sekaligus memperindah lingkungan. Bugenvil tahan panas, makin terik malah makin indah. Semoga Kudus semakin damai, sejahtera, dan tenteram,” ungkapnya. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#hari jadi kudus #ucapan #hut #Pendapa Kabupaten Kudus #tanaman hidup