KUDUS – Tim Pengabdian kepada Masyarakat skim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muria Kudus (UMK) melaksanakan kegiatan pemberdayaan UMKM Batik Djanoer di Kabupaten Kudus.
Dukungan yang diberikan mencakup penerapan teknologi tepat guna (TTG) berupa alat pemeras kain batik bermotor listrik dan cap batik, serta pendampingan pengelolaan keuangan berbasis digital.
Ketua Tim Qomaruddin, S.T., M.T., menjelaskan program ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat manajemen usaha batik.
Adanya alat pemeras kain batik bermotor listrik, proses produksi menjadi lebih cepat, hemat tenaga, dan hasilnya lebih maksimal.
”Sedangkan cap batik membantu diversifikasi motif sekaligus meningkatkan kapasitas produksi,” jelasnya.
Kegiatan ini juga diperkuat oleh kolaborasi lintas keilmuan. Dr. Ir. Muhammad Arifin, S.Kom., M.Kom. dari Prodi Sistem Informasi UMK berperan dalam digitalisasi manajemen usaha, sementara Sukma Wijayanti, S.Pd, M.Si., Ak. dari Prodi Akuntansi UMKU mendampingi UMKM dalam pengelolaan keuangan secara digital.
Perajin Batik Djanoer Kudus menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas dukungan yang diberikan tim PKM UMK.
Menurutnya, bantuan alat dan pendampingan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membuka peluang untuk memperluas pasar.
“Alat ini sangat membantu, terutama untuk mempercepat proses produksi batik. Dengan adanya pendampingan digitalisasi usaha dan pengelolaan keuangan, kami jadi lebih percaya diri dalam mengembangkan Batik Djanoer ke pasar yang lebih luas,” ungkapnya.
Kegiatan ini terlaksana atas dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui skim PKM tahun anggaran 2025.
”Harapannya, pemberdayaan ini mampu memperkuat keberlanjutan usaha Batik Djanoer sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal,” kata Qomaruddin. (san/*)
Editor : Ali Mustofa