Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kunjungan Menteri PU, Harapkan Logung Dongkrak Produktivitas Pertanian dan Kendali Banjir

Andika Trisna Saputra • Minggu, 7 September 2025 | 04:48 WIB
TINJAUAN: Menteri PU RI, Dody Hanggodo, meninjau persawahan di Desa Hadiwarno bersama petani, Sabtu (6/9). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
TINJAUAN: Menteri PU RI, Dody Hanggodo, meninjau persawahan di Desa Hadiwarno bersama petani, Sabtu (6/9). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KOTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia, Dody Hanggodo, meninjau langsung Bendung Logung di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu (6/9).

Kunjungannya bertujuan memastikan pengelolaan bendung berjalan optimal serta manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Bendung Logung yang membentang seluas 88,5 hektare dengan daerah tangkapan air 43,82 kilometer persegi terbukti mampu menaikkan indeks pertanaman hingga 300 persen.

Baca Juga: 150 Anak Khitan Massal Masjid Agung Kudus, Momentum Sosial Pererat Kebersamaan

Kawasan teraliri mencakup Kecamatan Jekulo, Dawe, Mejobo, sebagian Kecamatan Undaan di Kudus, bahkan menjangkau Margorejo, Kabupaten Pati.

“Efektivitasnya meningkat 300 persen. Kalau dulu hanya sebagian kecil petani bisa melakukan tanam tiga kali setahun, sekarang bisa tiga kali penuh. Ini bukti nyata manfaat Logung,” ujar Dody.

Sejak awal 2025, bendung ini mengairi sekitar 4.600 hektare sawah dan dinilai sangat bermanfaat bagi petani.

Air yang stabil membuat lahan semakin produktif, mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Dody juga berdialog dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di saluran irigasi Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, yang mengakui masa tanam kini bisa dilakukan tiga kali setahun.

Selain menopang pertanian, Bendung Logung berfungsi menekan risiko banjir yang kerap melanda Kudus.

“Banjir yang sering terjadi di Kudus ini berkurang banyak karena Logung. Artinya bendung ini juga berkontribusi nyata dalam mengendalikan banjir,” tegas Dody.

Baca Juga: Pemkab Kudus Jamin Ojol dengan BPJS Ketenagakerjaan

Dody menambahkan, Logung juga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata berkat letaknya di perbukitan dengan panorama indah.

Namun, pemanfaatan untuk wisata harus diatur ketat karena bendung termasuk objek vital nasional.

“Mana yang boleh digunakan untuk wisata, mana yang harus steril, semuanya ada aturannya,” jelasnya.

Kunjungan Dody didampingi Kepala BBWS Pemali Juana, Sudarto, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng, Henggar Budi Anggoro.

Baca Juga: DPRD Kudus Dorong Optimalisasi Retribusi Wisata

Mereka meninjau saluran irigasi serta berdialog dengan petani.

Badrudin, petani Desa Hadiwarno, mengaku sejak Logung beroperasi, hasil tanam meningkat signifikan.

“Sebelumnya hanya dua kali, sekarang bisa tiga kali. Ini sangat menguntungkan sejak ada Logung 3–4 tahun lalu,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah memberi dukungan tambahan berupa traktor perahu, agar petani lebih mudah menggarap lahan basah.

Bendung Logung dipandang mampu menjadi tumpuan produktivitas pertanian, pengendali banjir, sekaligus membuka peluang pariwisata baru di Kudus dengan tata kelola yang baik. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#banjir #pertanian #Kudus #Menteri PU Dody Hanggodo #bendungan logung