KUDUS - Orang tua yang memiliki anak tingkat PAUD, SD, dan SMP sederajat pada Rabu (3/9) malam dibuat bingung dengan pengumuman yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus maupun Kementerian Agama (Kemenag).
Semula, ada informasi Surat Edaran (SE) Surat Bernomor 400.3/3353/2025 tertanggal 3 September 2025.
Isinya terkait siswa belajar daring pada Kamis (4/9). Ini dimaksudkan sebagai langkah antisipasi adanya rencana demonstrasi besar di Kudus.
Pengumuman tersebut, telah tersebasar di seluruh Kudus sekitar pukul 17.00.
Namun, malam hari sekitar pu kul 20.00 ada pemberitahuan lagi. Bahwa sekolah tidak jadi pembelajaran secara daring.
Disdikpora Kudus menerbitkan SE lagi bernomor 400.3/3351/2025) yang mengatur kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring dinyatakan tidak berlaku.
Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada menjelaskan, pembelajaran kemarin berjalan normal secara tatap mu ka sebagaimana biasanya.
Selain itu, kegiatan di isi dengan tambahan materi keagamaan dalam rangka memperingati Maulid Na bi Muhammad SAW.
”Edaran ini ditujukan kepada kepala PAUD/TK, SD, SMP negeri maupun swasta serta PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) se-Kabupaten Kudus.
Sementara tembusannya di tu jukan kepada bupati dan wakil bupati kudus, kapolres Kudus, dandim 0722/Kudus, hingga pengawas dan penilik di lingkungan Disdikpora,” ungkapnya.
Pencabutan SE KBM daring ini, sekaligus menegaskan bahwa aktivitas belajar mengajar di Kudus tetap berjalan kondusif.
Dengan mengutamakan pendidikan karakter dan religiusitas melalui momentum peringatan maulid nabi.
Hal yang sama diikuti surat susulan dari Kemenag yang menyatakan KBM daring dinyatakan tidak berlaku.
Kasi Penmad Kemenag Kudus Agus Siswanto mengatakan, pihaknya mengikuti arahan dari pemkab.
”Kami langsung menyusulkan lagi surat edaran yang tidak jadi pembelajaran daring ke sekolah-sekolah. Mari menjaga Kudus tetap kondusif,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala KBTK Al Mannar Latifah mengatakan, begitu keluar SE yang pertama, pihaknya langsung berkoordinasi dengan guru-guru.
Kemudian memutuskan untuk menunda acara maulid nabi di sekolah yang memang sudah dijadwalkan kemarin.
”Rencananya hari ini (kemarin, Red) acara maulid nabi, tapi begitu diumumkan sekolahnya daring langsung kami putuskan untuk menunda. Dan dilaksanakan Sabtu (6/9). Tapi selang beberapa jam ada pengumuman lagi tidak jadi daring. Acaranya sudah terlanjur kami undur, ya sudah, tetap dilaksanakan Sabtu. Di grup wali murid juga heboh,” jelasnya. (san)
Editor : Ali Mustofa