Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

HMI Kudus Audiensi Damai di Pendapa Kabupaten Kudus, Desak Tuntutan ini!

Andika Trisna Saputra • Jumat, 5 September 2025 | 03:15 WIB
INTERAKSI: HMI Cabang Kudus menyampaikan tuntutannya dengan audiensi damai kepada forkopimda Kudus, hari ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
INTERAKSI: HMI Cabang Kudus menyampaikan tuntutannya dengan audiensi damai kepada forkopimda Kudus, hari ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kudus menggelar aksi damai di Pendapa Kabupaten Kudus, Kamis (4/9).

Pantauan di lokasi, audiensi berlangsung dalam suasana kondusif dengan interaksi terbuka antara mahasiswa dan jajaran pemerintah daerah.

Mahasiswa yang mengenakan pakaian dominan hitam dengan atribut HMI berwarna hijau, tampak duduk bersila di pendapa tengah.

Baca Juga: Ketenangan Warga Jadi Kunci Kudus Tetap Aman

Beberapa membawa bendera HMI dan bendera Merah Putih.

Mereka menyampaikan aspirasi secara langsung kepada jajaran Forkopimda yang hadir, di antaranya Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Wakil Bupati, Dandim, Kapolres, serta Ketua DPRD Kudus.

Aksi yang dipimpin Koordinator Lapangan, Muhammad Arya Luqmansyah, membawa sejumlah tuntutan penting, baik isu nasional maupun regional.

“Kami dari HMI Kudus memberikan beberapa tuntutan berlandaskan isu nasional dan regional. Aksi ini damai, agar aspirasi masyarakat benar-benar diteruskan,” ujarnya.

Tuntutannya meliputi pemberantasan seks bebas, penyelesaian masalah sampah, kebersihan lingkungan, pemerataan pembangunan dan infrastruktur, mendesak pengesahaan RUU perampasan aset hingga pembebasan massa aksi yang tertahan pada saat demo di Jakarta.

Salah satu isu utama yang mereka soroti adalah penanganan serius atas kasus penyelewengan seks di Kabupaten Kudus.

HMI menilai praktik itu semakin marak dan berpotensi merusak generasi muda.

Baca Juga: IPNU Kudus Desak Usut Tuntas Tragedi Affan

“Ada pemberitaan soal penggerebekan di salah satu wilayah, itu bentuk penyelewengan seks. Maka harus segera difokuskan penyelesaiannya, termasuk edukasi ke masyarakat,” tegas Luqmansyah.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Polri dan DPR, menolak kekerasan aparat terhadap demonstran, serta mendesak pengusutan tuntas kematian Afan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal akibat insiden kendaraan taktis Baracuda saat aksi di Jakarta, 28 Agustus lalu.

“Kami siap menjadi mitra pemerintah untuk mengawal agar aspirasi ini tidak berhenti sebatas janji normatif,” tambahnya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menggelar seremonial pengucapan sumpah Al-Qur’an kepada Bupati dan Forkopimda.

Baca Juga: Hari Pelanggan Nasional Jadi Momentum Semakin Dekat dengan Peserta JKN

Menurut Luqmansyah, hal ini dilatarbelakangi rasa kecewa terhadap janji-janji pemerintah sebelumnya yang dinilai tak terealisasi.

“Kali ini kami menuntut keseriusan, agar apa yang disampaikan benar-benar diteruskan ke pusat,” jelasnya.

Solidaritas terhadap almarhum Afan turut ditunjukkan dengan penggunaan atribut ojek online oleh sejumlah peserta aksi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa perjuangan rakyat kecil harus didengar,” kata Luqmansyah.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan apresiasi atas aksi damai tersebut.

Ia menegaskan siap meneruskan aspirasi mahasiswa kepada Presiden dan Ketua DPR RI.

“Terima kasih atas masukan dari teman-teman HMI. Tuntutan segera kami teruskan. Kami bukan penentu kebijakan, tetapi kami jamin aspirasi ini diteruskan,” ucapnya usai audiensi di Pendapa Kabupaten Kudus.

Menanggapi isu penyelewengan seks, Sam’ani menyebut Satpol PP selama ini rutin melakukan penertiban, meski tidak selalu dipublikasikan.

“Yang penting nyata, bukan sekadar ramai-ramai di luar,” ujarnya.

Baca Juga: Mahasiswa KKN UIN Sunan Kudus Gaungkan Gerakan Stop Bullying di Sekolah-Sekolah Kudus

Bupati juga menanggapi persoalan penataan sampah.

Menurutnya, Pemkab Kudus telah menganggarkan program pengelolaan sampah tahun ini, termasuk kerja sama dengan perusahaan besar.

Serta pemberian bantuan Rp100 juta untuk tiap desa tahun depan.

“Kami terus berupaya, meski masalah sampah memang kompleks,” katanya. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#tuntutan #HMI Kudus #Kudus #bupati kudus #audiensi