KUDUS - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kudus dari berbagai kelompok menggelar serangkaian sosialisasi dan penyuluhan bertema Stop Bullying di sejumlah sekolah di Kabupaten Kudus.
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari praktik perundungan.
Kegiatan ini menjadi program khusus pada kegiatan KKN 2025.
Adapun tempat atau sekolah yang dilaksanakan meliputi SD 1 Undaan Kidul, tim KKN MB 128 menghadirkan tiga pemateri dari UIN Sunan Kudus yang menekankan aspek hukum, dampak psikologis, dan nilai empati dalam mencegah bullying.
Sosialisasi serupa juga digelar oleh tim KKN MB 116 di SD 3 Tenggeles, Mejobo.
Para siswa diajak mengenal lebih jauh bahaya bullying lewat penyuluhan, diskusi, dan pemutaran film pendek edukatif. Antusiasme siswa terlihat tinggi saat membagikan pengalaman dan belajar cara mengatasi perundungan.
Selain itu di jenjang sekolah menengah pertama (SMP),Di MTs Matholibul Huda, Kelompok KKN-MB 026 menyampaikan materi seputar pengertian, bentuk, serta dampak bullying melalui pendekatan interaktif, diskusi, hingga permainan edukatif.
Tim KKN MB 042 bersama Polsek Jati mengangkat tema “Bangkit Bersama, Lawan Bullying, Hindari Kenakalan, Raih Prestasi” di SMPN 02 Jati.
Kegiatan ini menghadirkan dosen UIN Sunan Kudus dan aparat kepolisian untuk membekali siswa dalam mencegah bullying dan kenakalan remaja pada Sabtu, (23/08/2025).
Dengan mengambil tema "Bangkit Bersama, Lawan Bullying, Hindari Kenakalan, Raih Prestasi," kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kritis sekaligus memberi bekal kepada siswa dalam menghadapi dan menjauhi perilaku negatif yang dapat merusak masa depan mereka. Kegiatan ini diikuti 270 siswa kelas 7.
Kegiatan ini menghadirkan pemateri yang kompeten, antara lain Moh Anwar Yasfin, M.Pd., dosen UIN Sunan Kudus, yang menjelaskan berbagai kasus bullying beserta dampak negatif yang ditimbulkannya.
Beliau menekankan pentingnya kesadaran dan pencegahan bullying sejak dini agar lingkungan sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa.
Dari sisi keamanan dan penegakan hukum, Kanit Binmas Polsek Jati, Bapak Darmono, menyampaikan materi mengenai kenakalan remaja, termasuk ciri-ciri, penyebab, serta upaya patroli dan pembinaan yang dilakukan kepolisian untuk mencegah timbulnya perilaku negatif di kalangan pelajar.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 02 Jati Kudus, Pak Jos, memberikan tanggapan kritis terkait pentingnya peran serta seluruh elemen sekolah dalam upaya pencegahan bullying dan kenakalan remaja.
"Pendidikan karakter harus menjadi prioritas utama, tidak hanya soal akademik, tetapi bagaimana membentuk siswa agar bertanggung jawab dan menghormati sesama. Penyuluhan seperti ini adalah langkah konkret yang sangat kami dukung untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif," ujarnya.
Erna Amalia, tim KKN MB 042 menegaskan, "Kegiatan ini bukan sekadar penyuluhan, melainkan panggilan bersama untuk bangkit melawan segala bentuk kekerasan dan perilaku negatif di lingkungan sekolah. Kami berharap deklarasi anti bullying dan kenakalan remaja yang dilakukan secara serentak dan hikmat oleh seluruh siswa menjadi momentum awal perubahan positif yang berkelanjutan."
Dr. Hj. Efa Ida Amaliyah, M.A. selaku Kepala Pusat Studi Gender dan Anak pada LPPM UIN Sunan Kudus menyampaikan kegiatan seminar anti bullying yang banyak dilakukan pada masa KKN selaras dengan tujuan dari PSGA UIN Sunan Kudus.
“PSGA sebagai bagian dari LPPM sudah memberi pembekalan dengan mengkampanyekan anti bullying dan juga anti kekerasan seksual,” jelas beliau.
Transfer pengetahuan dari mahasiswa ke audiens (siswa, pemuda, dan masyarakat) tentang tema-tema tersebut bertujuan memberi pemahaman bahwa ada konsekuensi yang besar seperti depresi, emosi, kecemasan, dan psikologis lainnya, ketika melakukan bullying dan kekerasan seksual (KS).
Sehingga diharapkan para audiens tersebut tidak melakukannya. Sehingga angka kasus bullying dan KS mengalami penurunan yang signifikan (untuk dikatakan tidak ada kasus).
Rangkaian kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan siswa. Para guru menilai bahwa penyuluhan anti bullying sangat relevan dengan kondisi pelajar saat ini, serta penting dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Editor : Ali Mustofa