KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus resmi meluncurkan Badan Pengelola Kawasan Menara Kudus dalam acara yang digelar di Pendopo Kabupaten Kudus, Minggu (31/8).
Agenda bersejarah tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kudus, DR (Ars) Samani Intakoris, ST, MT, serta dihadiri Tim Khusus Penasehat Presiden RI Bidang Hukum dan Keamanan, Ade Abdul Azis, S.T., M.H., jajaran tokoh masyarakat, dan para pengelola kawasan.
Dalam sambutannya, Bupati Samani menegaskan bahwa pembentukan Badan Pengelola Kawasan Menara Kudus merupakan langkah strategis dalam menjaga warisan sejarah sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan kawasan agar lebih tertata dan berdaya guna.
Senada dengan itu, Ade Abdul Azis menyampaikan bahwa Menara Kudus adalah simbol religiusitas, sejarah, dan kerukunan bangsa.
“Pengelolaan yang baik akan menjadikan kawasan ini bukan hanya kebanggaan masyarakat Kudus, tetapi juga inspirasi nasional,” ujarnya.
Menariknya, dalam perhelatan ini mahasiswa KKN Desa Kauman turut ambil bagian mendukung kelancaran teknis acara.
Mereka sekaligus memperkenalkan dua fokus utama program kerja, yakni Moderasi Beragama dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, yang dinilai sejalan dengan visi Badan Pengelola Kawasan Menara Kudus.
Rektor UIN Sunan Kudus, Prof Abdurrohman Kasdi mendukung penuh hadirnya Badan Pengelola Kawasan Menara Kudus.
Prof Dur bahkan menekankan pentingnya kolaborasi, kerjasama dan kemitraan antara UIN Sunan Kudus dengan Badan Pengelola Kawasan Menara Kudus.
"Ini menjadi sarana penting dan media untuk meningkatkan kerjasama antara antara UIN Sunan Kudus dengan Badan Pengelola Kawasan Menara Kudus, bahkan dengan Pemkab Kudus. Semoga inisiasi ini barokah dan manfaat untuk lembaga yang terlibat", demikian harapnya.
Dr. Abdul Jalil, M.E.I., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Desa Kauman, yang juga Ketua Dewan Kebudayaan Daerah sekaligus Anggota Badan Pengelola Kawasan Menara Kudus, menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda.
“Mahasiswa harus hadir dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendukung pembangunan berbasis masyarakat,” terangnya.
Dengan hadirnya Badan Pengelola Kawasan Menara Kudus, diharapkan kolaborasi lintas sektor semakin kuat.
Menara Kudus tidak hanya diposisikan sebagai ikon sejarah dan pusat moderasi beragama, tetapi juga motor penggerak kemandirian ekonomi masyarakat.
Editor : Ali Mustofa