KUDUS – Cahaya lilin berjejer di depan Mapolres Kudus, Jumat (29/8) malam.
Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi menyatukan doa untuk Affan Kurniawan (21), driver ojek online asal Jakarta yang sehari sebelumnya meninggal terlindas kendaraan taktis Brimob.
Diiringi lantunan doa dan tahlil, mahasiswa menggelar salat gaib serta tabur bunga.
Raut wajah duka menyelimuti aksi yang mereka sebut sebagai bentuk solidaritas dan pengingat agar aparat tidak lagi represif.
“Kami mendoakan saudara kami, Affan, agar diterima amal baiknya oleh Allah SWT,” ujar Abdullah In’am Maulana, Presiden BEM UMK.
Selain lilin dan bunga, poster-poster berisi tuntutan juga terpampang di pagar Mapolres.
Tulisan seperti “Polisi Pembunuh Masyarakat”, “ACAB”(All Cops Are Bastards), dan “Usut Tuntas Kasus Pembunuhan Ojek Online” menjadi penegasan kekecewaan mahasiswa terhadap Polri.
In’am menilai kematian Affan bukan sekadar tragedi, melainkan simbol ketidakadilan.
Ia menyerukan reformasi kepolisian hingga ke daerah serta meminta Pemkab Kudus tidak membungkam suara rakyat.
“Kami ingin Kudus damai tanpa kekerasan aparat. Pemkab harus berdiri bersama rakyat,” tegasnya.
Baca Juga: DPRD dan Pemkab Kudus Sepakati KUA-PPAS 2026
Aksi yang dimulai sejak pukul 19.00 WIB itu berlangsung damai tanpa gesekan.
Menariknya, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kudus turut hadir.
Bupati Sam’ani Intakoris, Kapolres AKBP Heru Dwi Purnomo, Dandim 0722/Kudus, hingga pimpinan DPRD ikut berdiri bersama mahasiswa, menyalakan lilin, dan mendoakan korban.
Bupati Sam’ani menyampaikan rasa belasungkawa sekaligus apresiasi atas ketertiban aksi.
Baca Juga: Kudus Dorong Swasembada Pangan, Bumdes Bakal Dapat 20 Persen Dana Desa
“Semoga almarhum diterima di sisi terbaik Allah SWT dan keluarga diberi ketabahan,” ujarnya.
Senada, Kapolres Kudus menegaskan komitmennya menjaga kondusivitas.
“Kami pastikan aksi di Kudus tetap berjalan damai. Polres Kudus tidak akan berlaku anarkis,” katanya.
Setelah acara usai, Satlantas Polres Kudus mengawal mahasiswa pulang dengan aman. (dik)
Editor : Ali Mustofa