Kudus – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan hak seluruh masyarakat tanpa terkecuali, baik anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia.
Pemahaman mengenai pentingnya Program JKN terus digaungkan oleh BPJS Kesehatan, baik melalui kanal informasi daring maupun tatap muka secara langsung.
Dalam rangka memberikan edukasi yang lebih dekat kepada generasi muda, BPJS Kesehatan Cabang Kudus melaksanakan Kuliah Umum yang dikemas dalam kegiatan BPJS Goes to Campus di Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) pada Kamis (28/08).
Acara yang digelar di Crystal Building UMKU tersebut dihadiri mahasiswa dari berbagai jurusan.
Wakil Rektor III UMKU, Rizka Himawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran BPJS Kesehatan. Menurutnya, kehadiran langsung BPJS Kesehatan di lingkungan kampus memberikan kesempatan besar bagi mahasiswa untuk memahami manfaat Program JKN sejak dini.
“Terima kasih kepada pihak BPJS Kesehatan Cabang Kudus yang memilih UMKU untuk menjadi lokasi kegiatan sosialisasi ini. Informasi yang disampaikan diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa tentang jaminan kesehatan serta menumbuhkan kesadaran agar lebih peduli pada kesehatan,” ujar Rizka.
Rizka juga menekankan bahwa Program JKN adalah program strategis pemerintah yang harus dipahami seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.
Tidak hanya sebatas sebagai pengguna, harapannya mahasiswa juga turut berkontribusi dalam menyampaikan informasi penting terkait Program JKN untuk diketahui masyarakat.
“Program JKN ini merupakan hak bagi setiap warga negara. Selain sebagai bentuk perlindungan kesehatan, terdaftar kepesertaan JKN juga merupakan kewajiban sesuai Undang-Undang.
Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa dapat mengenal lebih jauh manfaat jaminan sosial yang diselenggarakan oleh pemerintah, sehingga nantinya peran mereka tidak hanya menjadi pengguna saja, tetapi juga turut mengedukasi keluarga serta masyarakat sekitar,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Heni Riswanti, turut hadir dalam kegiatan tersebut untuk memberikan kuliah umum bertema “Mudah, Cepat, Setara: Wujud Nyata Social Health Insurance yang Terpercaya”.
Heni menjelaskan bahwa transformasi mutu layanan yang diimplementasikan BPJS Kesehatan saat ini telah memberikan banyak kemudahan kepada peserta.
“Transformasi mutu layanan yang kami jalankan bertujuan agar peserta JKN dapat merasakan pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, dan setara. Misalnya, sekarang cukup dengan menunjukkan KTP, peserta sudah bisa mengakses layanan kesehatan. Selain itu, antrean online juga disediakan agar peserta tidak perlu menunggu lama. Kami juga berkomitmen agar tidak ada diskriminasi, sehingga setiap peserta mendapatkan layanan yang sama,” terang Heni.
Tidak hanya itu, Heni juga memperkenalkan aplikasi penunjang transformasi mutu layanan yaitu Aplikasi Mobile JKN sebagai inovasi layanan digital yang semakin memudahkan peserta.
Aplikasi ini dapat dimanfaatkan oleh beberapa mahasiswa yang tidak berasal dari Kabupaten Kudus, untuk mengakses layanan kesehatan dimana mereka perlu menyesuaian dengan lokasi faskes terdekat jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
“Di era digital seperti sekarang, aplikasi ini bisa digunakan mahasiswa untuk mengecek status kepesertaan, pembayaran iuran, memilih atau pindah faskes terutama untuk mahasiswa yang merantau dari luar Kabupaten Kudus jika ingin digunakan untuk berobat saat dibutuhkan. Semua bisa dilakukan tanpa harus datang ke kantor,” jelasnya.
Selain Mobile JKN, kanal layanan non-tatap muka lainnya seperti Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) juga diperkenalkan.
Kanal ini dapat diakses 24 jam sehingga semakin memudahkan peserta untuk mendapatkan layanan administrasi kapan pun dibutuhkan.
Mahasiswa yang hadir pun turut memberikan testimoni. Salah satunya, Annisa Fairuz Ayu, mahasiswa D3 Kebidanan, mengaku sangat terbantu dengan adanya transformasi mutu layanan.
“Program ini sangat bermanfaat khususnya bagi mahasiswa rantau. Dengan Mobile JKN, kami bisa dengan mudah mengganti faskes dari kota asal ke kota tempat kuliah. Praktis sekali,” ungkap Annisa.
Sementara itu, Erlyn Wahyuni, peserta lainnya, mengaku kegiatan ini membuka wawasannya tentang prinsip gotong royong yang menjadi dasar Program JKN.
Sebagai mahasiswa yang mengambil jurusan kebidanan yang nantinya akan berinteraksi langsung kepada masyakarat tentunya informasi kesehatan ini penting diketahui.
“Acara ini sangat bermanfaat, karena sebelumnya saya tidak tahu bahwa sistem JKN ini berbasis gotong royong. Jadi yang sehat membantu yang sakit, yang mampu membantu yang kurang mampu, dan yang muda membantu yang tua. Prinsip ini benar-benar menyentuh dan menunjukkan nilai kebersamaan. Sebagai seorang Bidan informasi ini sangat penting untuk diketahui, karena saya akan terjun langsung ke masyarakat,” ujar Erlyn.
Melalui kegiatan ini, BPJS Kesehatan berharap semakin banyak mahasiswa yang memahami dan menyadari pentingnya proteksi kesehatan sejak dini.
Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna JKN, tetapi juga bisa menyampaikan informasi JKN di masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BPJS Kesehatan berharap semakin banyak mahasiswa yang memahami dan menyadari pentingnya proteksi kesehatan sejak dini.
Editor : Mahendra Aditya