KUDUS – Segenap karyawan Jawa Pos Radar Kudus turut memeringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang diisi dengan berbagai lomba ini, digelar di halaman Radar Kudus Building kemarini.
Warna kemeriahan tampak dari baju dan atribut yang dikenakan.
Peserta lomba dan panitia mengenakan pakaian dan aksesori serba merah putih. Di antara aksesori itu, stiker, ikat kepala, hasduk, dan hiasan tangan.
Acara dimulai dengan senam untuk pemanasan. Kemudian bersambung berbagai jenis lomba.
Mulai dari cipta yel-yel, kereta balon, balap balon, serta estafet karet dan air. Termasuk lomba balap balon.
Tawa dan keseruan pecah. Lantaran lomba-lomba tersebut, menampilkan keseruan aksi hingga tingkah kocak para peserta.
Ketua Panitia Acara Andika Trisna Saputra menyampaikan, acara sengaja dikemas secara cair. Di satu sisi menjadi ajang untuk bounding sesama karyawan.
”Semua lomba, selain balap balon dilakukan secara beregu. Ini menjadi sarana untuk memperkuat kekompakan tim (karyawan)," ujarnya. Tak hanya itu, dari masing-masing lomba juga disediakan hadiah.
Balap balon menjadi game terseru. Permainan individu ini, menguji kecepatan, strategi, keseimbangan, dan kekuatan tubuh yang prima.
Dua peserta menjepit balon di antara dua paha dan di ketiak. Kemudian mereka beradu kecepatan untuk mencapai garis finish.
Ada yang dengan strategi menjalan pelan dengan maksud, agar balon tidak jatuh.
Sebab, jika jatuh mengulang dari awal. Namun, jika balon meletus diganti panitia di tempat.
Ada juga yang berstrategi lari kencang dengan menjaga keseimbangan balon.
Strategi yang paling jitu, justru meloncat, meski menggunakan energi yang lebih banyak.
Lomba ini juga menguji ketahanan fisik peserta. Sebab, pemenang akan beradu terus dengan peserta lain.
Pemenang akan berhenti jika sudah ada peserta lain yang mengalahkan.
Fikri Thoharuddin, wartawan yang bertugas di Kabupaten Jepara berhasil menang melawan peserta lain yang ada.
Bahkan ada sekitar hingga 10 kali putaran. Bahkan, Direktur Radar Kudus Baehaqi pun penasaran menguji kepiawaian pria asal Grobogan ini.
Baehaqi sebelumnya terlebih dulu menang melawan dua peserta lain. Namun, kemudian tumbang juga saat melawan Fikri.
Sebagai hadiah, Fikri pun mendapat 50 es krim dari direktur. Jajanan dingin itu pun tak dimakan dia semua. Dia bagi-bagikan kepada seluruh peserta dan panitia.
Usai permainan itu, dilanjut makan bersama. Setelah itu, tim redaksi yang terdiri dari wartawan, redaktur dan layouter melanjutkan rapat redaksi di joglo Radar Kudus Building. (fik)
Editor : Ali Mustofa