KUDUS – Sembilan sekolah mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA sederajat, saat ini mengikuti penilaian seleksi sekolah sehat.
Sekolah yang mengikuti yakni, SD 2 Kedungdowo, SMP 1 Dawe, SMA 1 Mejobo, MTs NU Banat, SMK Muhammadiyah Kudus, MA NU Ibtida’ul Falah, SD 1 Pasuruan Kidul, SD 4 Jekulo dan SMP 1 Gebog.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr. Andini Aridewi, menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi dasar penilaian yakni pendidikan sehat, lingkungan sehat, pelayanan kesehatan dan manajemen Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
“Sekolah sehat tiap tahun memang diadakan, tujuannya agar sekolah menjaga lingkungan dan ada sembilan sekolah yang masuk seleksi sekolah sehat,” ungkapnya.
Penilaian sekolah sehat, tidak hanya visitasi tapi juga melihat langsung kondisi sekolah, mulai dari sarpras, seperti kebersihan kamar mandi, kemudian saluran sanitasi, kelengkapan obat-obatan atau P3K di ruang UKS dan lainnya.
Ia menambahkan, sekolah sehat memiliki banyak manfaat, termasuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental siswa, meningkatkan prestasi belajar, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan produktif.
”Selain itu, sekolah sehat juga dapat mengurangi absensi siswa karena sakit, serta meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan,” kata dr. Andini.
Menurutnya, siswa yang sehat secara fisik dan mental cenderung lebih mampu berkonsentrasi, belajar, dan mencapai prestasi akademik yang lebih baik.
Lingkungan yang nyaman dan sehat dapat memicu partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan eksplorasi kreatif. (san)
Editor : Mahendra Aditya