KUDUS – Kepala Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Sulakim, menyampaikan keprihatinannya atas musibah tenggelamnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya di Perairan Selat Bali, Rabu (2/7) dini hari.
Salah satu korban yang hingga kini belum ditemukan adalah Kapten kapal tersebut, Agus Slamet (30), yang merupakan warga Dukuh Kalidoro Lor, Desa Bulungcangkring RT 1 RW 6.
Sulakim mengaku mendapatkan kabar musibah itu pada Kamis (3/7) usai salat maghrib dari Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya, tempat Agus menempuh pendidikan.
Baca Juga: PKL Bandel Digaruk! Sterilisasi Menara Kudus Jelang 10 Muharam
Informasi tersebut diterima melalui anaknya yang juga masih kuliah di kampus yang sama.
"Saya langsung hubungi Kepala Dusun, karena saya tidak tega menyampaikan sendiri ke keluarganya. Ibunya Mas Agus itu masih saudara saya, jadi kami memang ada hubungan keluarga," tutur Sulakim saat dikonfirmasi, Sabtu (5/7).
Hingga saat ini, Agus masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan Basarnas.
Sulakim menyebut, jika nantinya ditemukan, keluarga akan dihubungi dan dijemput oleh satuan kerja anaknya.
Sulakim berharap keponakannya segera ditemukan dalam kondisi selamat.
"Semoga Mas Agus bisa segera ditemukan dan pulang ke keluarganya. Kami terus berdoa dari desa," ucapnya lirih.
KMP Tunu Pratama Jaya diketahui tenggelam saat sedang berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Gilimanuk, Bali.
Insiden bermula ketika kapal mengalami kebocoran di ruang mesin dan melaporkan kerusakan pada pukul 00.16 WITA, disusul pemadaman total (blackout) tiga menit kemudian.
Kapal kemudian miring, terbalik, dan hanyut ke arah selatan.
Kapal mengangkut 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, serta membawa 22 kendaraan termasuk truk tronton.
Hingga kini, proses evakuasi dan pencarian korban masih berlangsung di tengah kondisi laut yang tidak menentu. (dik)
Editor : Ali Mustofa