KUDUS – Tim gabungan dari Kepolisian, Satpol PP, Dinas Perdagangan, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Menara Kudus dan Jalan Madureksan, Kota Kudus, Sabtu (5/7).
Penertiban ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman, khususnya menjelang prosesi buka luwur Sunan Kudus yang akan berlangsung pada Sabtu - Minggu (5-6/7).
Puncak tradisi Buka Luwur Sunan Kudus jatuh pada 10 Muharam 1447 H atau Minggu (6/7).
Kapolsek Kota Kudus, AKP Subkhan, menegaskan bahwa penertiban bukan dilakukan secara mendadak.
Penertiban ini merupakan bagian dari upaya sterilisasi jalur antrian peziarah dan pengunjung, sekaligus sebagai langkah antisipatif untuk memastikan tersedianya jalur evakuasi dan darurat.
“Kami sudah berulang kali memberikan imbauan, baik langsung maupun melalui kanal pengaduan seperti Wadul Bupati dan Wadul Kapolres. Tapi imbauan itu tidak diindahkan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan PKL yang menjorok ke bahu jalan telah meresahkan warga dan mengganggu kenyamanan para peziarah.
Ia mengatakan sejumlah lapak yang sebelumnya telah ditertibkan pun kembali muncul dan memakan bahu jalan.
Bahkan, beberapa PKL diketahui menempati hingga sepertiga ruas jalan.
“Situasi ini tidak bisa dibiarkan terus menerus karena dapat memicu kemacetan dan ketidaknyamanan,” tambah Subkhan.
Baca Juga: Digelar di Auditorium UMK, Derita Guru Honorer Dipentaskan dalam Teater, Nasibnya Benar-benar Pilu!
Sementara itu, Kepala Bidang PKL Dinas Perdagangan Kudus, Imam Prayitno, menyebutkan bahwa kawasan Jalan Menara telah ditetapkan sebagai zona merah dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang PKL.
“Kami sudah sering memberi peringatan. Hari ini, dua PKL kami tertibkan karena tetap membandel. Mereka menempati bahu jalan hingga sepertiga meter, bahkan setengah meter,” jelasnya.
Dinas terkait berharap penertiban ini menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola kawasan wisata religi.
Noor Ridho, Kabid Tibum Tranmas Satpol PP Kudus, menyatakan, penegakan perda ini penting agar kawasan Menara Kudus menjadi destinasi ziarah yang bersih dan indah.
Baca Juga: Pengunjung Turun 50 Persen, Tapi Wisata di Rahtawu, Kudus, Tetap Diminati Wisatawan
"PKL terus bertambah, terutama di bagian selatan, yang sering menyebabkan kemacetan," katanya.
Meskipun jumlah PKL tak bisa dipastikan karena terus bertambah setiap hari, Pemkab bersama aparat akan terus melakukan pemantauan dan tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran berulang.
Penertiban ini juga merupakan bagian dari persiapan menyambut tingginya jumlah peziarah yang datang ke Kudus selama tradisi buka luwur berlangsung.
Baca Juga: Bupati Kudus Tinjau Pengolahan Kompos Humisoil dari Sampah, Manfaatnya Nggak Main-Main!
Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan, ketertiban, dan keamanan ribuan masyarakat yang akan hadir mengikuti acara pembagian puluhan ribu nasi jangkrik, sebagai simbol dari puncak tradisi Buka Luwur yang telah berlangsung secara turun-temurun di Kudus.
Warga diimbau untuk memahami dan mendukung kebijakan tersebut demi kenyamanan bersama, khususnya dalam menjaga citra kawasan Menara Kudus sebagai pusat wisata religi. (dik)
Editor : Ali Mustofa