RADAR KUDUS - Getuk dan puli buatan Susi (46), warga Kecamatan Jati, menjadi incaran warga setiap pagi.
Jajanan tradisional yang ia jual sejak pukul 06.00 WIB ini rutin diburu, terutama oleh pekerja pabrik dan ibu rumah tangga.
Usaha yang digeluti Susi ini sudah berjalan selama enam tahun. Ia meneruskan usaha sang ibu yang lebih dulu menjajakan aneka jajanan khas Jawa.
“Usaha ini awalnya dirintis ibu. Saya lanjutkan sampai sekarang, kira-kira sudah enam tahun lebih,” kata Susi saat ditemui, Kamis (4/7/2025).
Setiap hari, Susi memproduksi ratusan getuk dan puli menggunakan bahan baku singkong segar yang dibeli dari pedagang sekitar rumahnya.
Proses produksi dilakukan bersama delapan orang pekerja yang membantunya mengolah dan menyiapkan aneka jajanan untuk dijual.
Dari semua jenis jajanan yang dijajakan, puli menjadi menu favorit.
Banyak karyawan pabrik, khususnya dari PT Djarum, datang membeli sebelum masuk kerja.
Tak hanya itu, jajanan buatan Susi juga kerap dipesan untuk acara seperti pengajian atau hajatan keluarga.
“Puli paling cepat habis. Biasanya diborong karyawan sebelum masuk kerja. Kadang juga ada pesanan dalam jumlah banyak untuk acara,” ujarnya.
Susi mengaku omzet bersih yang ia dapat setiap hari berkisar antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.
Usaha ini dirintis dari modal awal sekitar Rp 2 juta. Meski tergolong sederhana, hasilnya cukup untuk mencukupi kebutuhan keluarganya dan juga menggaji para pekerja.
“Alhamdulillah, masih banyak yang suka jajanan tradisional. Semoga usaha ini terus jalan dan bisa memberi manfaat buat keluarga dan orang-orang yang kerja sama saya,” tuturnya.
Agar pemasaran lebih luas, sebagian jajanan juga dijual secara keliling oleh para pekerjanya.
Dengan cara ini, jangkauan pembeli menjadi lebih luas dan sekaligus memperkenalkan kembali cita rasa jajanan lawas kepada generasi muda. (Nilna Hibran/Andre Setiawan)
Editor : Mahendra Aditya