Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Siap-Siap! SOP Baru Pendakian Muria Segera Berlaku

Andika Trisna Saputra • Kamis, 3 Juli 2025 | 15:18 WIB
DISKUSI: BPBD Kudus menggelar rapat koordinasi yang dihadiri Perhutani, BKSDA, perangkat desa, hingga pengelola basecamp pendakian di Aula BPBD, kemarin. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
DISKUSI: BPBD Kudus menggelar rapat koordinasi yang dihadiri Perhutani, BKSDA, perangkat desa, hingga pengelola basecamp pendakian di Aula BPBD, kemarin. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KOTA – Upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pendaki Gunung Muria terus digalakkan.

Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian di Aula BPBD, Rabu (2/7).

Rakor ini dihadiri berbagai pihak, mulai dari Perhutani, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), perangkat desa, hingga pengelola basecamp pendakian.

Baca Juga: Bisa 26 Bahasa, Sosrokartono Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional!

Fokus utamanya adalah merumuskan SOP yang tak hanya menjamin keselamatan pendaki, tapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan ketertiban di jalur wisata alam pegunungan Muria.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kudus, Munaji, menekankan pentingnya sistem registrasi pendakian yang ketat.

Setiap pendaki nantinya diwajibkan mengisi data diri secara lengkap, termasuk mencantumkan kontak darurat.

"Pendaki pemula, terutama yang masih di bawah umur, perlu menjalani screening. Ini untuk memastikan kesiapan fisik dan mental mereka sebelum mendaki," jelasnya.

Munaji juga menyebut perlunya sosialisasi informasi jalur secara masif agar pendaki memahami potensi risiko dan prosedur keselamatan.

Tak kalah penting, SOP juga akan mengatur skema evakuasi dalam kondisi darurat secara terstruktur dan dapat dijalankan oleh semua pihak.

"Poin utama SOP ini mencakup dari pendaftaran awal, proses pendakian, hingga pemulangan pendaki. Termasuk penataan aktivitas pedagang dan pengelola basecamp agar tidak semrawut," lanjut Munaji.

Baca Juga: Catat Enam Kasus Kematian Ibu hingga Juni 2025, Dinas Kesehatan Perketat Pengawasan

Sebagai langkah awal, edukasi kepada masyarakat dan stakeholder terkait sudah dimulai.

Dalam waktu dekat, tim BPBD bersama Dinas Pariwisata dan desa setempat akan terjun langsung ke lapangan untuk menyosialisasikan SOP.

Diharapkan, SOP ini nantinya bisa menjadi dasar hukum sekaligus pedoman teknis bagi seluruh pihak terkait.

“Dengan adanya SOP ini, pendakian Gunung Muria bisa dikelola secara lebih aman, tertib, dan berkelanjutan,” tandas Munaji.

Baca Juga: Proses Pembuatan Kain Luwur Makam Sunan Kudus Dimulai, Para Perewang Tetap Jaga Wudhu

SOP final ditargetkan rampung dalam pekan ini.

Seluruh peserta rakor menyepakati pentingnya sinergi demi menciptakan kawasan wisata alam yang tidak hanya menarik, tapi juga aman dan ramah lingkungan. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#pendakian #sop #Gunung Muria #rakor #BPBD