Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dianggap Sakral! Ribuan Pengunjung Datangi Petilasan Rahtawu Kudus di Malam 1 Suro

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 27 Juni 2025 | 17:34 WIB

 

NGALAP BERKAH: Sejumlah peziarah terlihat sedang menunggu waktu untuk ritual di petilasan Eyang Sakri di Desa Rahtawu, Gebog, Kudus, tadi malam.
NGALAP BERKAH: Sejumlah peziarah terlihat sedang menunggu waktu untuk ritual di petilasan Eyang Sakri di Desa Rahtawu, Gebog, Kudus, tadi malam.

 

 

KUDUS - Malam 1 Suro menjadi moment yang dianggap sakral bagi sebagian wong Jowo. Banyak yang melakukan ritual, seperti ngumbah gaman dan ngalap berkah.

Ada yang di rumah sendiri. Ada juga yang sengaja datang di tempat-tempat tertentu, seperti petilasan.

Pemerintah Desa (Pemdes) Rahtawu, Gebog, Kudus, terus mendorong peningkatan pengelolaan kawasan petilasan Eyang Sakri.

Ini sebagai bagian dari pengembangan wisata religi lokal. Puncak aktivitas tahunan seperti malam 1 Suro menjadi momentum penting untuk menata kawasan dan memperkuat pelayanan bagi para peziarah.

Dari keseluruhan petilasan di Desa Rahtawu, selalau ramai pengunjung setiap 1 Suro. Jumlahnya mencapai ribuan orang.

Sekretaris Desa Rahtawu Agung Darmono menyampaikan, pihak desa telah menyiapkan sejumlah langkah strategis menyambut kedatangan peziarah secara aman dan tertib.

”Kami bentuk panitia sejak jauh-jauh hari. Bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti polsek, koramil, linmas, banser, dan karang taruna,” ujarnya.

Setiap petilasan, khususnya Eyang Sakri yang menjadi pusat ritual malam 1 Suro, ditempatkan petugas untuk membantu pengaturan arus peziarah serta menjaga keamanan dan kenyamanan selama prosesi berlangsung.

Tak hanya itu, sistem lalu lintas menuju lokasi juga dikoordinasikan oleh panitia desa untuk menghindari kemacetan.

Agung mengatakan, pemdes tak hanya fokus pada acara ritual tahunan, tetapi juga membenahi fasilitas fisik di sekitar petilasan.

”Kami lakukan pembangunan di beberapa titik petilasan, agar fasilitasnya lebih baik, lebih nyaman bagi pengunjung. Ini bagian dari upaya kami mengembangkan wisata religi di Rahtawu,” jelasnya. (Andika Trisna Saputra)

 

Editor : Ali Mustofa
#petilasan #wisata religi #malam 1 suro #rahtawu #sakral #Kudus #peziarah