KUDUS – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kudus terus menunjukkan progres yang positif.
Satu lagi SPPG atau dapur MBG diresmikan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris.
Dapur MBG yang diresmikan tersebut yakni SPPG Jati Wetan, Kecamatan Jati, yang resmi diluncurkan kemarin (11/6).
Di dapur ini, melayani sekitar 3.581 sasaran, yang ke semuanya merupakan siswa di sekolah.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, bertambahnya satu dapur MBG, maka Kudus telah memiliki lima unit SPPG.
Selain di Jati Wetan, sebelumnya telah lebih dulu beroperasi di Mejobo, Jepangpakis, Bae, dan Bulungcangkring.
“Alhamdulillah sudah mulai merangkak kita bangun, sesuai arahan presiden untuk memberikan MBG untuk anak-anak kita,” kata Sam’ani usai meresmikan SPPG Jati Wetan, kemarin (11/6).
Bupati Sam’ani memberikan kesan yang baik mengenai sarana dan prasarana yang ada di dapur SPPG Jati Wetan.
Menurutnya, kondisinya sudah mumpuni, bersih dan diharapkan dibarengi dengan sistem pengelolaan yang higenis.
“Sarpras sudah bagus, higienis, dan pasti anak-anak senang,” tuturnya.
Pihaknya menyebut bahwa kebutuhan SPPG di Kudus sampai 88 unit.
Oleh karena itu, Ia mempersilahkan kepada masyarakat maupun pemilik usaha katering, agar berkoordinasi dengan TNI maupun jika ingin menjadi mitra Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami juga sudah memberikan usulan tanah yang dipakai untuk SPPG, ini sebagai dukungan kita sebagai pemerintah daerah,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Jati Wetan Geda Aliyya mengatakan, sebanyak 24 sekolah menjadi sasaran SPPG Jati Wetan.
Meliputi, 20 SD, satu SMP, dua TK, dan satu PAUD. Sementara jumlah sasaran ada 3.581 siswa.
“Sekolahnya ada SMP 2 Jati, SD, 1, 2, 3 Jati Wetan, SD 1, 2, 3 Jati Kulon, MI Muhammadiyah, dan lainnya,” kata Geda.
Untuk penyediaan menu makanan, SPPG Jati Wetan mengerahkan 50 tenaga memasak.
Menu makanan akan berganti setiap hari dan direncakan setiap minggu. Sedangkan untuk hari ini, menunya da nasi, sayur sop, tahu bacem, ayam krispi, dan jeruk.
“Untuk pengiriman kami pukul 06.30, bergantung dari jenjang sekolah,” tandasnya. (Indah Susanti)
Editor : Ali Mustofa