KUDUS – Persiapan dari tingkat SMP untuk pembuatan akun sistem penerimaan murid baru (SPMB) sangat diperhatikan detail. Mengingat, tahun ini pelaksaan pembuatan akun kali pertama diterapkan pada SPMB tingkat SMP.
Setiap sekolah sudah menyiapkan 10 operator, seperti yang dilakukan SMP 2 Kudus. Menuju hari H pembuatan akun selain operator SPMB, juga menyiap lima ruang tunggu untuk calon pendaftar dan orangtua.
Menurut kepala SMP 2 Kudus In Setyorini, hari pertama pembuatan akun diprediksi ada lonjakan calon pendaftar.
Ia mengatakan, sebenarnya bisa dilakukan di rumah, tapi orangtua kurang puas atau akut salah memasukkan data, mereka memilih datang ke sekolah yang dituju.
”Karena ini sistemnya hampir sama SPMB tingkat SMA yang wajib membuat akun lebih dulu, bisa dipastikan banyak orangtua yang pilih datang ke sekolah.
Kami siapkan ruang tunggu dan menggunakan layanan nomor antrean agar para orangtua nyaman,” ujar In.
Persiapan 10 tenaga operator ini juga menindaklanjuti imbauan dari Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, agar memberikan pelayanan maksimal bagi calon murid baru yang kesulitan.
“Jadi misal ada siswa yang kesulitan pengajuan akun, kami siap bantu. Daya tampung di SMP 2 Kudus ada 256 siswa untuk delapan kelas,” tandasnya.
Adapun yang wajib dibawa oleh calon murid baru saat verifikasi berkas yakni, Surat Keterangan Lulus (SKL), Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Kartu Tanda Penduduk (KTP) Orangtua, Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPPTJM) yang dapat diunduh di laman resmi SPMB.
“Kami mulai buka operasional layanan mulai pukul 08.00 sampai 13.00. Kalau misalkan masih ada yang antre kami sarankan untuk kembali hari kedua. Karena pembuatan akun dimulai Selasa (10/6) hingga Sabtu (21/6)” tandasnya.
Persiapan serupa juga dilakukan oleh SMP 2 Gebog. Kepala sekolah setempat, Ahadi Setiawan telah menyiapkan dua ruang tunggu dan delapan tenaga operator untuk calon murid baru yang mengalami kesulitan dalam pengajuan akun maupun verifikasi berkas.
“Nanti akan dibantu panitia setelah jam 08.00 pas pembukaan layanan dibuka. Kami sudah menyiapkan tenaga operator, komputer, dan ruang tunggu,” tambahnya.
Ia juga telah melakukan antisipasi terhadap sistem jaringan, agar saat proses SPMB secara daring dilaksanakan, dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun.
Pihaknya juga menyiapkan dua ruang tunggu untuk orangtua sendiri, pisah dengan calon pendaftar SPMB. (san)
Editor : Mahendra Aditya