KUDUS - Rumah Sakit Sarkies Aisyiyah Kudus memperingati HUT ke-2 tahun pada Minggu (1/6).
Bertepatan pada momen spesial tersebut akan dibuka penambahan kamar rawat inap sebanyak 35 unit.
Peringatan Milad ke-2 ini mengambil tema Dua Tahub Mengabdi Together We Shine: Dua Tahun Mengabdi, Terus Memberi Arti.
Rangkaian kegiatan dilangsungkan dengan senam bersama, hingga tasyakuran internal karyawan yang akan datang. Serta dilangsungkan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Direktur Rumah Sakit (RS) Sarkies Aisyiyah Kudus adalah dr. Hendra Octavianto, menyatakan, tahun ini antusias masyarakat untuk mempercayai kian tinggi.
Oleh sebab itu, pihaknya menambahkan tempat layanan inap untuk pasien.
"Bulan ini kami akan launching penambahan kamar sebanyak 35 unit," katanya.
Dia menambahkan, semula RS Sarkies Aisyiyah Kudus saat ini memiliki kamar sebanyak 115.
Dengan adanya tambahan 35 kamar tersebut kamar yang tersedia sebanyak 150 unit.
Terkait fasilitas yang diberikan pada tambahan kamar di lantai tujuh tersebut berkonsep main kelas. Berupa satu kamar satu pasien.
Kompetisi persaingan pelayanan rumah sakit diakui oleh Hendra cukup kompetitif belakangan ini.
Pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan dan layanan di rumah sakit dengan maksimal.
"Kami memberikan layanan premium dengan tidak membedakan pasien BPJS, umum, dan asuransi lainnya," katanya.
Board of Director RS Aisyiyah Kudus Dr. Hilal Ariadi, menyatakan, di tengah disrupsi rumah sakit pihaknya tetap berkomitmen menjawab tantangan dengan memberikan layanan maksimal kepada masyarakat.
Salah satunya pembentukan ruang premium di RS Sarkies Aisyiyah Kudus.
"Kami tidak membeda-bedakan, dari segi menu, dokter, pasien diberikan layanan red karpet agar merasa nyaman dan puas," katanya.
Diakunyi sekarang ini permintaan BOR (Bed Occupancy Rate) di rumah sakit tinggi mencapai 90 persen. Solusinya penambahan kamar terus diupayakan.
Di umur dua tahun ini, Hilal menambahkan capaian RS Sarkies Aisyiyah cukup luar buasa.
Salah satu target hunian tempat tidur melebihi 60 persen. (Galih Erlambang Wiradinata)
Editor : Ali Mustofa