Kabar duka tersebut pun dengan cepat tersiar ke Kudus.
Kabar duka tersebut membuat keluar mendiang berkabung. Di kediaman almarhumah terpantau tenda dan kursi yang tertata rapi untuk menggelar prosesi tahlilan.
Jamaah yang tergabung di kelompok terbang (kloter) 47 itu dikenal sebagai sosok yang dermawan.
Kabar tersebut disampaikan salah satu pihak saudara mendiang bernama Murti.
Dia mengungkapkan almarhum merupakan sosok yang dermawan dan baik. Keseharian Ngatmi berjualan nasi dan kopi di rumah.
Ia menambahkan, warung milik almarhumah sering ramai pembeli. Terkadang dirinya juga berbagi apabila ada rezeki berlebih.
”Kadang beliau itu ngasih pisang setundun ke orang, kalau ada rezki juga berbagi ke orang. Warga sini melihat almarhumah itu sosok yang dermawan,” katanya.
Di sisi lain, menambahkan, keseharian almarhumah menggunakan kursi roda untuk beraktivitas.
Sebab, kaki kirinya sakit sehingga tidak dapat untuk beraktivitas untuk berjalan.
”Kaki beliau sakit sehingga sehari-hari harus menggunakan kursi roda,” ucapnya.
Kabar duka itu diperoleh Murti pada Selasa (27/5) pukul 17.00 WIB. Seketika itu keluarga besar berduka dan kehilangan sosok Ngatmi.
Keluarga Ngatmi pada Selasa malam menggelar doa bersama atau tahlilan di rumah. Tahlilan tersebut akan dilaksanakan selama tujuh hari.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kudus, Suhadi menyampaikan kepada keluarga agar ikhlas. Menurutnya semua sudah ditakdirkan Allah SWT.
”Kami berharap pihak keluarga yang ditinggalkan untuk ikhlas. Semuanya itu sudah menjadi kehendak dari Allah SWT,” ucapnya.
Sementara kronologi meninggalnya Ngatmi, pada Senin (26/5), jamaah sempat mengeluh gemetar setelah mandi air hangat di hotel.
Namun, kondisinya kembali stabil setelah beristirahat dan minum air hangat. Selasa pagi, jamaah sempat ikut rombongan ziarah ke Masjidil Haram tanpa menunjukkan keluhan sakit.
Pada hari yang sama sekitar pukul 13.00 waktu Arab Saudi, jemaah dibawa oleh teman rombongan dengan keluhan sesak napas.
Kondisi itu dialami setelah mengikuti salat jamaah Dzuhur di musala hotel. Hingga akhirnya, jemaah dinyatakan meninggal dunia pukul 13.00 di Mekah. (Galih Erlambang Wiradinata)
Editor : Ali Mustofa