Program ”Wadul K1 dan K2” menjadi jembatan penyambung aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
Program Wadul K1 dan K2 ini, dirasa banyak manfaatnya untuk menerima aspirasi warga.
Sebab, masyarakat bisa menyalurkan keluhan lewat aduan nomor layanan masyarakat.
Sejak dilantik pada 20 Februari 2025 lalu, Sam’ani bersama Bellinda Birton memang telah melakukan beberapa langkah.
Mulai dari upaya penataan sampah, perbaikan jalan berlubang, dan perbaikan pelayanan masyarakat dari sektor perizinan, kesehatan, dan administrasi kependudukan.
Meski demikian, program-program kerja yang diluncurkan tersebut, masih butuh beberapa evaluasi.
Dengan kinerjanya selama ini, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memberikan skor 75 persen.
”Banyak yang kami tangani, mulai LPJU (lampu penerangan jalan umum), penanganan jalan berlubang, dan lainnya. Kami utamakan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Dia menambahkan, tidak kalah penting, menata internal pemerintahan. Yakni dengan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang berimbas pada pelayanan masyarakat yang lebih prima.
Dia menegaskan, saat ini pihaknya belum menjalankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sesuai dengan visi-misinya.
Untuk itu, rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) akan disesuaikan pada APBD Perubahan 2025.
”Kami optimis seluruh program dalam perubuhan APBD akan berjalan sesuai dengan kesepakatan bersama DPRD,” katanya.
Di sisi lain, Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton kerap kali mendengar aspirasi dari masyarakat lewat media sosial (medsos).
Dia secara khusus live lewat medsos dan warga bisa mengadukan keluhanan permasalahan layanan publik.
Langkah tersebut sebagai bentuk penyambung tanpa sekat antara warga dan pemerintah. Masyarakat bisa menyampaikan langsung keluhannya kepada Bellinda.
”Ketika kami menggunakan medsos dari manapun bisa menampung. Bisa langsung ke saya. Makanya itu, saya setiap hari selalu baca keluhan masyarakat di medsos," katanya.
Setelah mendapatkan keluhan dari medsos, dia lantas terjun langsung ke lokasi. Tujuannya, untuk mengetahui permasalahannya.
Setelah itu, dia langsung menghubungi dinas terkait untuk menyelesaikan permasalahan. (Galih Erlambang Wiradinata)
Editor : Ali Mustofa