Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Omah Dongeng Marwah Hidupkan Kisah Djamhari Sang Perintis Rokok Kretek Lewat Film

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 14 Mei 2025 | 01:03 WIB

 

PROSES SYUTING: ODM melakukan proses syuting film pendek bertema kretek yang mengangkat kisah tokoh bersejarah Djamhari, penemu rokok kretek asal Kudus
PROSES SYUTING: ODM melakukan proses syuting film pendek bertema kretek yang mengangkat kisah tokoh bersejarah Djamhari, penemu rokok kretek asal Kudus

KUDUS — Semangat kebersamaan dan pelestarian budaya kembali diperlihatkan oleh Omah Dongeng Marwah (ODM), sebuah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kudus.

Tahun ini, ODM memproduksi sebuah film pendek bertema kretek yang mengangkat kisah tokoh bersejarah Djamhari, penemu rokok kretek asal Kudus.

Proses syuting film dilakukan sepanjang Mei 2025 di sejumlah lokasi bersejarah di Kudus.

Tak sekadar menjadi ajang kreativitas, produksi film ini menjadi simbol solidaritas lintas generasi antara alumni dan siswa ODM.

“Anak-anak ODM memang berprestasi, tapi yang membuat proses film ini bisa terwujud adalah karena solidaritas yang tinggi antara alumni dan siswa saat ini,” ungkap Ervina Dwi Styaningrum, alumni ODM yang kini kuliah di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo dan bertindak sebagai sutradara film.

Pemilihan sosok Djamhari bukan tanpa alasan. Selain dikenal sebagai perintis kretek, Djamhari merupakan representasi karakter masyarakat Kudus yang gigih, mandiri, dan pekerja keras.

Nilai-nilai inilah yang ingin dihidupkan kembali oleh ODM melalui karya film mereka.

Gravilla Aryasatya Kenzie, mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang aktif dalam kegiatan perfilman ODM sejak SMA, mengaku merasakan keterikatan emosional terhadap proyek ini.

“Kayak ada magisnya gitu. Begitu dikabari Kak Vina, langsung semangat buat ikut produksi film bareng,” ujarnya.

Bagi siswa ODM seperti Radian Pasha Bimantara, yang bercita-cita melanjutkan pendidikan di jurusan Film dan Televisi (FTV) atau Desain Komunikasi Visual (DKV), keterlibatan dalam produksi ini menjadi pengalaman penting.

“Ketika buat film ini kita ada jobdesk masing-masing, jadi ketika produksi dimulai bisa efektif,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Febi, siswa lainnya. Ia melihat proses produksi sebagai momen belajar sekaligus kebersamaan.

“Selain menyenangkan, ini juga jadi salah satu proyek sekaligus momen reuni kakak-kakak alumni ODM yang sekalian mengajarkan adik-adiknya cara membuat film,” katanya.

Kepala PKBM ODM, Edy Supratno, turut memberikan apresiasi. Ia menilai keterlibatan alumni sebagai bukti nyata semangat komunitas.

“Nilai-nilai solidaritas itu tampak dari keterpanggilan alumni ODM. Buktinya, mereka yang berada di Jakarta, Semarang, dan Solo mau datang ke Kudus demi kesuksesan pembuatan film ini,” ujarnya.

Film ini juga melibatkan anggota Forum OSIS Kudus, menjadikannya sebagai proyek kolaboratif yang mempertemukan elemen seni, edukasi, dan budaya.

Rencananya, film pendek tersebut akan diikutsertakan dalam Festival Film Folklore 2025 yang diselenggarakan oleh Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW). Festival ini menjadi ajang bagi sineas muda untuk mengekspresikan cerita rakyat dalam bentuk visual.

Tahun ini, festival mengangkat tiga tema utama yaitu cerita dari wilayah Muria, kehidupan santri, dan budaya kretek. Semuanya merupakan elemen penting dalam identitas masyarakat Kudus.

Penyelenggaraan festival ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif untuk merawat warisan cerita rakyat sebagai sumber inspirasi dan identitas budaya. (Andika Trisna Saputra)

Editor : Mahendra Aditya
#Omah Dongeng Marwah #haji Djamhari #Kudus #film #Perintis Rokok Kretek