KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton Sabtu (26/4) pukul 17.00 menyapa para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus.
Tak hanya menyapa, keduanya membagikan celemek dan sarung tangan. Sebagai bentuk dukungan agar para PKL di kawasan Simpang Tujuh semakin higienis dan menarik kepercayaan para pelanggan.
Di hadapan para PKL, Sam’ani menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat Kudus terhadap dirinya dan Bellinda.
Ia menegaskan keberpihakan kepada PKL tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Khususnya untuk warga ber-KTP Kudus.
Hal ini Ia sampaikan untuk meluruskan polemik sebelumnya yang menyebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dinilai diskriminatif terhadap PKL dari luar daerah.
Ia bagi-bagi celemek juga salah satu wujud programnya Kudus Sehat. Pedagang di Kudus diimbau untuk memperhatikan kebersihan.
“Saya jelaskan kembali, menanggapi alasan dibalik syarat kepemilikan KTP Kudus untuk mendapat bantuan. Kalaupun nantinya ada program bantuan modal usaha, baik dari Pemkab maupun CSR perusahaan yang di utamakan masyarakat lokal atau ber-KTP Kudus,” kata Bupati Sam’ani.
Selain bantuan permodalan, Pemkab Kudus juga mengupayakan jaminan kesehatan bagi para PKL.
Sam’ani menjelaskan, proses pelayanan kesehatan bisa menjadi rumit jika pedagang berasal dari luar daerah dan belum terdaftar dalam program BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Untuk itulah, Pemkab menyarankan agar pedagang luar daerah yang menetap di Kudus mengurus pindah KTP.
“Bukan berarti kami memaksa untuk ber-KTP Kudus, tapi untuk kemudahan layanan, kami sarankan,” tegasnya lagi.
Menurutnya, ini adalah bagian dari upaya jangka panjang untuk memastikan para PKL mendapat hak yang setara dalam hal bantuan usaha dan perlindungan ke sehatan.
Sementara itu, di sela acara, Sam’ani dan Bellinda membagikan celemek dan sarung tangan, langkah ini mendapat apresiasi dari para pedagang, salah satunya Jamyadi.
Ia merasa diperhatikan dan berkomitmen menggunakan perlengkapan tersebut setiap hari demi kenyamanan pelanggan.
”Terima kasih atas perhatiannya dari Bapak Bupati. Ini kan untuk kesehatan juga, supaya pelanggan nyaman,” ucap Jamyadi yang sudah 15 tahun berjualan di area Simpang Tujuh. (san)
Editor : Ali Mustofa