Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Melihat Tradisi Temanten Tebu Hanya Ada saat Dimulainya Musim Giling di Pabrik Gula Rendeng Kudus

Galih Erlambang Wiradinata • Jumat, 25 April 2025 | 17:49 WIB

 

SWASEMBADA: Pabrik Gula (PG) Rendeng mengadakan arak-arakan temanten tebu menandai proses giling. PG Rendeng menargetkan naik 200 persen dari biasanya.
SWASEMBADA: Pabrik Gula (PG) Rendeng mengadakan arak-arakan temanten tebu menandai proses giling. PG Rendeng menargetkan naik 200 persen dari biasanya.

KUDUS – Tradisi Temanten Tebu menjadi ritual rutin yang diselenggarakan oleh Pabrik Gula Rendeng sebelum mengawali musim giling Kamis (24/4) lalu.

Musim giling tahun ini akan memproduksi sebanyak 312 ribu ton tebu.

Prosesi tradisi Temanten Tebu ini dilakukan arak-rakan terlebih dahulu dari sisi selatan menuju PG Rendeng.

Para pengiring membawa tebu yang sudah dihias. Tebu tersebut secara simbolis dimasukkan ke dalam alat penggilangan dan hal tersebut menjadi tanda awal musim giling.

Direktur Keuangan PT Sinergi Gula Nusantara PG Rendeng, Haryanto mengatakan, sudah ada 312 ribu ton tebu yang siap digiling tahun ini.

Dari sejumlah tebu tersebut, akan menghasilkan sekitar 20 ribu ton gula.

Pihaknya mentargetkan musim giling tahun ini mengalami kenaikan. Targetnya 200 persen dibanding tahun lalu.

Untuk mencapai realisasi target tersebut pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah.

Salah satunya perbaikan mesin penggilingan tebu, perluasan area tebu, serta perbaikan bibit kepada petani.

”Masa giling akan kami lakukan selama 120 hari. Mulai dari 4 Mei hingga Oktober 2025 mendatang,” jelasnya.

Dia menambahkan, distribusi tebu-tebu yang masuk dari berbagai wilayah. Mulai dari Muria Raya hingga daerah Semarang.

Pihaknya berharap, dengan upaya dilakukan dapat menaikkan kualitas dan kuantitas produksi gula di PG Rendeng.

Rendemen gula di pabrik setempat sendiri berkisar di angka 7,15 persen.

”Ada program swasembada gula dari pemerintah pusat, harga menarik sehingga petani tertarik menanam tebu, kemudian juga didukung dengan kebijakan impor,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris yang hadir dalam acara tersebut, memberikan doa agar produksi gula di PG Rendeng tahun ini bisa naik hingga 300 persen. Sertal lebih bagus dibanding tahun kemarin.

”Hari ini mulai giling tebu atau gantingi, tadi sudah kita komunikasi dengan manager PG Rendeng bahwa menargetkan kenaikan produksi 200 persen, kita doakan tercapai 300 persen,” tandasnya. (gal)

Editor : Ali Mustofa
#arak-arakan #pabrik gula #tradisi temanten tebu #Musim Giling #Kudus #rendeng