Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kisah Pemulung Buta di Bae Kudus yang Rumahnya Direnovasi PT Djarum dan PT Polytron

Galih Erlambang Wiradinata • Jumat, 25 April 2025 | 16:03 WIB

 

BERSYUKUR: Purwanto dan Rofiah berpose di depan rumahnya yang telah dibangun oleh PT Djarum.
BERSYUKUR: Purwanto dan Rofiah berpose di depan rumahnya yang telah dibangun oleh PT Djarum.

KUDUS – Senyum semringah terpancar pada pasangan suami istri Purwanto, 45 dan Rofiah, 45 warga Desa Ngembalrejo RT 7/1, Kecamatan Bae.

Mereka sekarang ini sudah bisa beribadah dan tidur dengan nyenyak di rumahnya usai direnovasi oleh PT Djarum dan PT Polytron.

Purwanto berprofesi sebagai pemulung selama ini. Namun Purwanto mengalami keterbatasan pada fisiknya.

Ia mengalami buta pada indra penglihatannya sejak tujuh tahun lalu. Dia mengidap penyakit glaukoma.

Di tengah keterbatasannya itu, dia tidak berhenti berjuang menjadi tulang punggung keluarganya. Purwanto dibantu istrinya memulung ketika subuh.

Di samping itu, anaknya juga turut membantu. Keduanya menggandeng Purwanto dan membantu mengumpulkan botol plastik untuk dijual kembali.

”Hasil dari memulung ini setidaknya Rp 300 ribu per bulan. Sisanya kami tabung untuk membangun (merenovasi) rumah,” kata Purwanto.

Sedikit demi sedikit dengan sabar ia berjuang memperbaiki rumahnya. Kurang lebih 10 tahun dia dan keluarganya harus tinggal di bawah rumah yang tidak layak huni.

Rofiah menceritakan, ketika hujan turun atap rumahnya sering mengalami bocor. Ketika ada angin kencang, keluarganya was-was dan tidak bisa tidur.

”Anak harus belajar di rumah tetangga. Dari hasil memulung ini rasanya musatahil punya rumah seperti ini (Usai direnovasi PT Djarum dan PT Polytron),” jelasnya. 

Per Rabu (23/4) lalu, Rofiah bersama keluarganya akhirnya bisa tidur nyenyak. Mereka sudah tidak lagi was-was.

TERUS BERMANFAAT: Perwakilan warga penerima manfaat RSLH di Kabupaten secara seromonial menerima bantuan PT Djarum dan PT Polytron.
TERUS BERMANFAAT: Perwakilan warga penerima manfaat RSLH di Kabupaten secara seromonial menerima bantuan PT Djarum dan PT Polytron.

Purwanto dan Rofiah bisa beribadah bersama di rumah seluas 30 meter persegi itu.

Rofiah mengucapkan rasa terima kasih kepada PT Djarum dan PT Polytron. Tempat tinggalnya telah direnovasi lewat program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) tahun ini.

”Kami berdoa bersama agar kami sekeluarga diberikan kesehatan. Semoga PT Djarum semakin lancar dan memberikan manfaat orang yang membutuhkan,” harapnya.

PT Djarum dan Polytron kembali melanjutkan upaya Pengentasan Kemiskinan Ekstrem (PKE) di Jawa Tengah khususnya Kabupaten Kudus melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH).

Tak kurang, sebanyak 92 hunian direnovasi dan dibangun ulang dengan total biaya lebih dari Rp 5 miliar.

Renovasi ini merupakan tahap satu dari target 300 rumah yang akan direnovasi sepanjang 2025.

Kali ini, para penerima bantuan berasal dari empat kecamatan di Kabupaten Kudus yakni Bae 25 rumah, Gebog 14 rumah, Jati 22 rumah, dan Kaliwungu 31 rumah.

Setiap rumah direnovasi atau dibangun ulang dengan anggaran sekitar Rp 55 juta. Seremoni serah terima simbolis kepada para penerima bantuan RSLH diselenggarakan di Pendopo Kudus pada Kamis (24/4).

Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Brigjen Pol Dr Azis Andriansyah, Bupati Kudus Samani Intakoris, COO Victor Rachmat Hartono.

General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto, General Services PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) Max Arif Pramono, jajaran pemerintah kabupaten bersama dinas terkait, serta perwakilan dari kecamatan dan desa setempat.

COO PT Djarum, Victor Rachmat Hartono menyampaikan akan memaksimalkan program RLSH ke depan.

Program RSLH ke depan akan fokus ke Kabupaten Kudus terlebih dahulu. Setelah tuntas, pihaknya akan membantu ke kabupaten tentangga lainnya.

”Tahun ini 300, 2000 ribu akan kami tuntaskan di Kudus dulu. Kendala di kontraktornya (Di Kudus), adanya segini, ya udah kami ga bisa apa-apa lagi,” katanya.

Sementara itu, Chief Executive Officer Polytron, Hariono menegaskan bahwa partisipasi dalam program renovasi rumah tak layak huni ini merupakan perwujudan dari nilai inti perusahaan, yakni tanggung jawab sosial yang peka dan peduli terhadap masyarakat serta lingkungan.

Dengan tiga pabrik yang beroperasi di sekitar area Kudus yaitu Krapyak, Sidorekso, dan Sayung, Polytron merasa memiliki keterhubungan dengan masyarakat sekitar untuk berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya.

Program ini juga menjadi bagian dari rangkaian perjalanan 50 tahun Polytron di Indonesia yang tidak hanya berfokus pada inovasi teknologi, tetapi juga kebermanfaatan sosial.

“Kami ingin memastikan bahwa keberadaan kami membawa dampak positif, khususnya bagi masyarakat di sekitar area operasional kami. Partisipasi dalam program ini adalah bentuk nyata komitmen kami terhadap nilai tanggung jawab sosial yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan bisnis Polytron. Semoga rumah yang lebih layak ini dapat menjadi awal baru yang membawa kenyamanan dan harapan bagi para penerima,” ujar Hariono.

Sementara itu, Bupati Kudus Samani Intakoris mendukung penuh upaya PT Djarum dan Polytron yang berkomitmen mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui program RSLH ini.

Diharapkan, dengan hunian yang baik akan mendorong produktivitas sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga.

“Upaya PT Djarum dan Polytron merenovasi bahkan membangun ulang rumah warga tidak mampu merupakan bentuk nyata peran pihak swasta dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami berharap, program ini konsisten dilakukan sehingga manfaatnya semakin dirasakan dan kualitas hidup masyarakat Kudus meningkat,” ujar Samani.

Renovasi 92 rumah di Kabupaten Kudus ini merupakan partisipasi dari PT Djarum sebanyak 61 rumah dan 31 rumah dari Polytron.

Tak hanya itu, sepanjang 2025 PT Djarum dan Polytron juga menargetkan akan merenovasi 300 rumah sehingga total rumah yang direnovasi sejak 2022 hingga akhir tahun nanti mencapai 515 rumah dengan rincian 10 rumah pada 2022, 25 rumah di tahun 2023, serta 180 rumah pada 2024 di Kota Kretek. 

Sementara itu, di wilayah Jawa Tengah, PT Djarum dan perusahaan afiliasinya tercatat sudah melakukan renovasi dan membangun ulang 362 rumah tak layak huni di wilayah Jawa Tengah sejak tahun 2022.

Program ini telah menyasar beberapa kabupaten yakni Grobogan (5 rumah), Rembang (5 rumah), Demak (10 rumah), Blora (15 rumah), Pemalang (20 rumah), dan Kudus dengan 307 rumah. (gal/*)

 

Editor : Ali Mustofa
#Botol plastik #pemulung #pt djarum #polytron #anggaran #Kudus #program RSLH