Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menu MBG Dikeluhkan Siswa, Nasi Kurang Matang hingga Lauk Tidak Fresh, Loh Kok Bisa?

Indah Susanti • Rabu, 23 April 2025 | 02:19 WIB

 

USAI MAKAN: Siswa mengantarkan launch box MBG untuk didata lagi di SMAN 1 Kudus kemarin.
USAI MAKAN: Siswa mengantarkan launch box MBG untuk didata lagi di SMAN 1 Kudus kemarin.
 

KUDUS, Radar Kudus – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Kudus mendapatkan komplain dari siswa. Mulai dari ditemukan nasi yang kurang matang hingga lauk yang tidak fresh.

Salah satu siswa SMAN 1 Kudus M. Zaafani Musyaffa’ mengatakan, hari pertama pelaksanaan MBG pada Senin (14/4) lalu, nasi putihnya kurang matang.

Ia juga mendengar, kelas lain ada yang menemukan ulat dalam sayur kacang panjang.

”Kalau nasinya memang ngletis (kurang matang). Tapi karena saya lapar ya saya makan saja,” kata siswa kelas XI itu.

Lalu, pada hari kelima pelaksanaan program nasional itu pada Senin (21/4) lalu, beberapa lauk juga ditemukan dalam kondisi yang tidak fresh hingga ada yang basi.

Seperti lauk ayam saus yang dirasa berbau hingga oseng tempe yang kecut.

Zaafani mengaku merasakan sendiri oseng tempenya kecut, tapi untuk lauk ayamnya kebetulan pas jatahnya masih dalam keadaan baik.

”Temen saya ada yang komplain. Di kelas ada tiga boks yang memang basi. Terus tidak dimakan teman-teman.

Tapi kalau punya saya oseng tempenya saja yang kecut. Untuk ayam sausnya masih aman,” ungkapnya.

Wakil Kepala (Waka) Kesiswaan SMAN 1 Kudus Sulistyani mengatakan, dari hari pertama mendapatkan MBG, memang ada komplain dari siswa atas menu yang disajikan. Seperti nasi yang kurang matang hingga keterlambatan pengiriman.

Kemudian pada hari kedua, juga masih ada komplain dari siswa. Berupa buah pepaya yang disediakan dalam menu MBG dalam kondisi berbau, tapi waktu dicoba salah satu guru masih enak dimakan.

Kemungkinan waktu pengepakan di launch box dengan menu yang lain dalam keadaan panas, sehingga pepayanya menjadi bau.

Lalu, pengiriman pada Senin (21/4) lalu, ada sekitar 50 boks masih utuh tidak dimakan. Setelah ditelusuri, ternyata lauk ayam tidak layak dimakan karena bau. Begitupun oseng tempe yang dirasa pahit dan berbau.

”Saya juga mencicipi dan memang kondisinya kurang layak. Rasanya enak tapi baunya tidak enak. Namun, untuk pengiriman hari ini (kemarin, Red) aman.

Rata-rata habis dan siswa bilangnya enak ketimbang sebelumnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kudus Sudhiharto menjelaskan, untuk jatah MBG disekolanya berjumlah 823 porsi.

Terdiri dari kelas X dan XI. Untuk kelas XI karena akan lulus, maka tidak diusulkan mendapatkan MBG. Pengiriman MBG biasanya datang sekitar pukul 10.30.

”Dari enam kali pengiriman MBG hingga hari ini (kemarin, Red) sekolah sudah dua kali melaporkan keluhan ke satuan penyaluran pemenuhan gizi (SPPG) dan sudah direspon dengan baik. Masalah rasa itu kan tiap anak-anak berbeda seleranya.

Misalkan ada komplain atau keluhan siswa, kami tampung dan kami laporkan,” tuturnya.

Ia menambahkan, setiap hari memang ada laporan ke SPPG yang mengirimkan menu ke SMAN 1 Kudus.

Kemudian sudah ada perbaikan. Maklum saja kalau masih ada kekurangan, yang penting dari pihak SPPG sudah melakukan perbaikan.

Terpisah, Dandim 0722/Kudus Letkol Inf Hermawan mengetahui ada beberapa keluhan. Pihaknya akan kroscek ke SPPG yang bersangkutan.

Supaya nantinya tidak ada pihak-pihak yang dirugikan pada program MBG di Kudus ini.

”Nanti saya kroscek dulu dan ke depan akan kami kawal terkait pelaksanaan MBG ini,” katanya kemarin. (san/lin)

Editor : Mahendra Aditya
#sman 1 kudus #Menu MBG #komplain menu MBG #Pelaksanaan MBG #Kudus