KUDUS – Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, membawa angin segar dalam pola komunikasi pemerintahan dengan masyarakat.
Di usianya yang baru 25 tahun, Bellinda memanfaatkan media sosial TikTok sebagai ruang interaksi langsung dan dua arah, khususnya menyasar generasi muda.
Dengan melakukan siaran langsung atau live TikTok di waktu luang, Bellinda membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun kritik secara langsung. Respons cepat pun jadi prioritas.
“Kalau sedang tidak ada agenda, biasanya malam saya sempatkan live TikTok. Dari situ, masyarakat sering menyampaikan aduan, dan saya langsung tangkap layarnya untuk dikirim ke dinas terkait,” ujarnya.
Tak hanya melalui live, ia juga aktif memantau pesan langsung (DM) yang masuk ke akun pribadinya. Menurut Bellinda, TikTok kini bukan sekadar platform hiburan, melainkan menjadi sarana efektif untuk membangun partisipasi publik, terutama dari kalangan milenial dan Gen Z.
“Saya ingin respons cepat. Jadi kalau ada yang masuk di DM dan itu urgen, saya langsung teruskan ke kepala dinas. TikTok ini bukan cuma hiburan, tapi juga jadi jembatan komunikasi,” tambahnya.
Sebagai Wakil Bupati termuda dalam sejarah Kabupaten Kudus, Bellinda mengakui bahwa pengalaman adalah tantangan.
Namun, ia memilih untuk menjadikan hal itu sebagai ruang pembelajaran.
“Saya sadar belum banyak pengalaman, jadi saya banyak tanya, terutama ke Pak Bupati. Saya juga tidak malu belajar dari kepala dinas dan staf lainnya,” katanya.
Bellinda berharap, langkah digital ini bisa mendorong terciptanya pemerintahan yang lebih responsif, inklusif, dan solutif.
Ia juga optimistis bahwa pendekatan seperti ini bisa menjadi awal dari budaya pelayanan publik yang lebih terbuka dan cepat di Kabupaten Kudus.
“Kalau masyarakat merasa didengar, mereka juga akan lebih percaya pada pemerintah,” tutupnya. (dik)
Editor : Ali Mustofa