Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kesadaran Warga Kudus Terhadap Pengobatan HIV Meningkat, 34 Kasus Baru Ditemukan Awal Tahun Ini

Andika Trisna Saputra • Jumat, 18 April 2025 | 01:33 WIB
Manajer Kasus HIV Kudus, Eni Mardiyanti saat menjelaskan HIV/AIDS di Kudus
Manajer Kasus HIV Kudus, Eni Mardiyanti saat menjelaskan HIV/AIDS di Kudus

KUDUS, Radar Kudus – Tingkat kesadaran masyarakat Kabupaten Kudus dalam menjalani pengobatan dan terapi HIV terus mengalami peningkatan.

Masyarakat kini mulai menyadari pentingnya menjaga kesehatan secara berkelanjutan setelah terdiagnosis HIV.

Eni Mardiyanti, Manajer Kasus HIV Kabupaten Kudus, menyampaikan bahwa semakin banyak penderita HIV yang mulai aktif mencari informasi dan menjalani pengobatan.

Bahkan, beberapa di antaranya datang ke fasilitas layanan kesehatan karena mengalami infeksi penyerta, dan dari proses skrining diketahui bahwa mereka positif HIV.

“Banyak yang datang ke rumah sakit karena infeksi tertentu. Setelah melalui skrining, hasilnya menunjukkan mereka mengidap HIV,” ujar Eni saat ditemui pada Kamis (17/4).

Ia menjelaskan bahwa proses skrining dilakukan melalui tahapan pre-test dan post-test. Selain itu, ada pula warga yang secara sadar menghubungi layanan kesehatan untuk mengetahui lokasi VCT (Voluntary Counseling and Testing) dan menanyakan soal biaya layanan tersebut.

“Sebagian besar memang kami arahkan untuk menjalani tes. Bila hasilnya positif, kami edukasi pentingnya menjalani terapi antiretroviral agar tetap sehat, produktif, dan tidak menularkan virus pada pasangan,” tambahnya.

Baca Juga: Rencana Pemakaman Hotma Sitompul di San Diego Hills, Intip Harga Lahan yang Fantastis!

34 Kasus Baru Selama Tiga Bulan

Berdasarkan data yang dikumpulkan hingga triwulan pertama tahun 2025, telah ditemukan 34 kasus baru HIV di Kudus.

Dengan rincian, 7 kasus pada Januari, 11 kasus di Februari, dan 16 kasus pada Maret. Dari total kasus tersebut, 23 pasien adalah laki-laki, sedangkan 11 lainnya perempuan.

“Angka ini sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat mulai terbuka terhadap layanan pengobatan. Banyak yang langsung menanyakan soal terapi, tanpa harus dibujuk,” kata Eni.

Menuju Target “3 Zero” di 2030

Eni juga menyampaikan harapannya agar penanganan HIV/AIDS di Kudus dapat mencapai target nasional “3 Zero” pada tahun 2030.

Target tersebut mencakup nol infeksi baru, nol kematian akibat AIDS, serta nol stigma dan diskriminasi terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS).

“Kami terus berupaya membangun kesadaran dan memberikan edukasi, agar masyarakat tidak takut, tidak malu, dan tidak mengucilkan ODHA,” ujarnya.

Dengan peningkatan kesadaran serta dukungan dari berbagai pihak, penanganan HIV di Kudus diharapkan semakin membaik dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#hiv aids #pengobatan hiv #HIV / AIDs #hiv #pengobatan hiv aids #Kudus #HIV agresif