KUDUS – BPJS Kesehatan Cabang Kudus berkolaborasi dengan Kementerian Agama dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dalam menyosialisasikan pentingnya kepesertaan aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi Calon Jamaah Haji dan Petugas Haji.
Sosialisasi dilakukan secara bertahap, mengingat jumlah calon jamaah haji Kudus tahun ini mencapai 1.423 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Andini Aridewi, mengimbau para calon jamaah haji, yang sebagian besar berusia lanjut, untuk menjaga kesehatan melalui latihan fisik ringan serta mematuhi ketentuan vaksinasi, seperti vaksin meningitis, influenza, dan polio.
Baca Juga: Kisah Persalinan Pegawai BPJS Kesehatan Menggunakan JKN
“Latihan fisik seperti jalan kaki pagi selama 20–30 menit penting untuk melatih kerja jantung, namun jangan dipaksakan. Bagi yang memiliki masalah lutut bisa menggunakan penyangga.
Jaga juga pola makan dan kebersihan, serta pastikan vaksinasi dilakukan di fasilitas kesehatan.
Persiapan mental juga tak kalah penting untuk menghadapi berbagai kondisi selama ibadah,” jelas Andini.
Staf Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kudus, Abdur Rahim, menyampaikan pentingnya jaminan layanan kesehatan bagi jamaah haji.
“Saya berterima kasih kepada BPJS Kesehatan dan mendukung penuh Program JKN.
Program ini sangat membantu jamaah, baik sebelum berangkat maupun setelah pulang haji, terutama saat mengalami gangguan kesehatan,” ungkapnya.
Baca Juga: Begini Cara Cek Lokasi Faskes Tingkat 1 Klinik BPJS Kesehatan yang Terdekat dari Lokasi Anda
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Heni Riswanti, menjelaskan bahwa calon jamaah haji perlu memastikan status kepesertaan JKN aktif sebelum keberangkatan.
Hal ini penting agar layanan kesehatan bisa diakses kapan saja selama perjalanan.
“Di embarkasi, jamaah akan dicek kesehatannya. Perjalanan dari Kudus ke Surakarta cukup melelahkan, namun peserta tidak perlu khawatir karena BPJS Kesehatan menjamin pengobatannya. Pastikan kepesertaan JKN aktif,” ujar Heni.
Ia menambahkan bahwa layanan JKN bisa digunakan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk saat sebelum dan setelah ibadah haji.
“JKN bisa dimanfaatkan di mana saja, tidak harus di fasilitas kesehatan tempat peserta terdaftar,” jelasnya.
Untuk memastikan status kepesertaan aktif, peserta dapat memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN atau layanan WhatsApp Pandawa di nomor 08118165165.
Baca Juga: Tingkatkan Layanan ke Peserta, BPJS Ketenagakerjaan Kudus Gelar Sosialisasi dan Pembinaan ke PLKK
“Buka Aplikasi Mobile JKN, pilih menu Info Peserta. Bisa juga lewat Pandawa dengan mengetik menu Cek Status Kepesertaan, lalu masukkan NIK atau nomor kartu BPJS dan tanggal lahir,” lanjutnya.
Heni juga mengingatkan peserta dengan penyakit kronis seperti diabetes atau hipertensi untuk berkonsultasi ke dokter sebelum keberangkatan.
“Saat kontrol terakhir di bulan April atau Mei, peserta bisa meminta dokter memberikan obat rutin yang akan dibawa selama menjalankan ibadah di tanah suci,” tambahnya.
Salah satu calon jamaah haji tahun 2025, Nila Damayanti, membagikan pengalamannya menggunakan layanan JKN.
“Saya merasa terbantu dengan Aplikasi Mobile JKN. Proses antrean jadi lebih cepat, baik saat ke dokter pribadi maupun ke rumah sakit,” katanya. (*)
Editor : Mahendra Aditya