KUDUS – Kawasan sekitar ikon religius Menara Kudus selama ini memang dikenal padat oleh peziarah dan wisatawan.
Namun sayangnya, bukan hanya kepadatan manusia yang terlihat, tapi juga semrawutnya parkir liar yang bikin kemacetan makin parah dan bikin warga geleng-geleng kepala.
Aduan demi aduan dari masyarakat yang muak dengan kondisi itu akhirnya membuahkan hasil.
Sabtu (5/4), tim gabungan dari Polsek Kota Kudus, Dinas Perhubungan (Dishub), TNI, dan Satpol PP melakukan operasi penertiban besar-besaran di sekitar kawasan Taman Menara Kudus.
Dapat Aduan dari Warga, Polisi Langsung Aksi
Kapolsek Kota Kudus, AKP Subkhan, menjelaskan bahwa penertiban ini bukan dadakan. Pihaknya sebelumnya telah menerima banyak laporan melalui kanal aduan seperti Wadul K1, K2, hingga layanan langsung ke Kapolres.
Intinya, masyarakat sudah cukup sabar melihat kekacauan parkir yang makin menjadi-jadi.
"Kami menerima laporan dari masyarakat yang resah karena kendaraan, khususnya minibus dan elf, sering parkir sembarangan di depan kawasan Menara. Hari ini kami langsung bertindak," tegas Subkhan saat ditemui di lokasi.
Empat Kendaraan Kena Tilang, Dokumen Ditahan
Dari hasil razia parkir tersebut, empat kendaraan jenis elf langsung dikenai sanksi tilang.
Tak main-main, dokumen kendaraan pun ikut diamankan sebagai bentuk penegasan.
”Kami lakukan tindakan tegas. Hari ini juga dokumen kendaraan kami tahan sebagai efek jera,” ujar Subkhan.
Jika setelah tindakan ini masih ada sopir bandel yang tetap parkir sembarangan, Subkhan menegaskan akan menyita kendaraan mereka tanpa kompromi. “Kami tidak segan-segan ambil langkah keras kalau pelanggaran ini terus berlanjut,” tambahnya.
Tertibkan Pengemudi Ojek dan Premanisme
Tak hanya pengemudi minibus, petugas juga menyoroti aktivitas pengojek liar yang suka ngetem sembarangan.
Subkhan meminta para ojek agar tidak menurunkan dan menaikkan penumpang di tengah jalan. Selain membahayakan, praktik seperti itu juga menyumbang kemacetan.
"Kami juga berikan imbauan ke tukang ojek agar lebih tertib. Jangan menurunkan penumpang di sembarang tempat.
Ini bisa menimbulkan kesan negatif untuk Kota Kudus yang seharusnya ramah wisatawan," katanya.
Tak hanya itu, praktik backing preman yang mencoba 'mengamankan' parkir liar juga jadi perhatian khusus.
Polisi tak ingin kawasan religius ini justru menjadi tempat subur bagi oknum tak bertanggung jawab yang bermain di balik layar.
"Jika ada praktik semacam itu, kita tak segan-segan tindak tegas. Siapa pun yang coba-coba memuluskan parkir liar dengan cara tidak resmi, akan kita sikat!" tandasnya.
Solusi Sudah Ada, Tapi Masih Banyak yang Bandel
Pemerintah daerah sejatinya telah menyiapkan lokasi parkir resmi di Terminal Bakalankrapyak.
Sosialisasi pun sudah dilakukan jauh hari sebelumnya. Namun kenyataan di lapangan berkata lain.
Masih banyak sopir yang memilih 'jalan pintas' dengan parkir sembarangan demi kemudahan penumpang turun langsung ke lokasi ziarah.
"Padahal sudah kami imbau untuk parkir di Terminal Bakalankrapyak. Tapi mereka masih saja nekat parkir di pinggir jalan depan Menara. Ini yang bikin Kudus semrawut," ungkap Subkhan kesal.
Dampak Lebih Luas: Wisata Jadi Kurang Nyaman
Penumpukan kendaraan yang parkir sembarangan bukan hanya bikin macet, tapi juga mengurangi kenyamanan wisatawan yang datang dari luar kota.
Bayangkan saja, tempat yang seharusnya menjadi ikon spiritual dan sejarah justru dipenuhi kendaraan acak-acakan.
"Ini soal wajah kota. Kalau di sekitar Menara saja macet dan semrawut, bagaimana wisatawan bisa menikmati suasana Kudus dengan nyaman?" ucap seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.
Penertiban Ini Bukan Akhir, Tapi Permulaan
AKP Subkhan memastikan, penertiban seperti ini akan terus berlanjut. Pihaknya akan menggandeng semua elemen pemerintah daerah untuk memastikan kawasan Menara Kudus tetap tertib, aman, dan nyaman bagi siapa saja.
“Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Akan ada tindak lanjut. Karena ini bukan sekadar soal parkir, tapi tentang citra Kota Kudus secara keseluruhan,” pungkasnya.
Penutup: Mari Jaga Kudus Bersama
Parkir liar mungkin terlihat sepele, tapi dampaknya besar. Dari kemacetan hingga merusak kesan wisata. Polisi sudah bertindak, Pemkab sudah memberi solusi, sekarang giliran masyarakat dan para sopir untuk ikut tertib.
Menara Kudus bukan sekadar bangunan bersejarah—ia adalah simbol. Sudah saatnya kita menjaga wajah kota agar tetap bersinar, tanpa cacat oleh parkir liar.
#KudusTertib #ParkirLiarKudus #OperasiGabungan #MenaraKudus #TindakTegas #DishubKudus #PolresKudus #TertibLaluLintas
Editor : Mahendra Aditya