Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kebijakan Baru! Bupati kudus Samani Wajibkan Sekolah Bikin Program Pesantren Ramadan di Ponpes, Ternyata Ini Tujuannya

Galih Erlambang Wiradinata • Kamis, 13 Maret 2025 | 17:37 WIB

KEBIJAKAN BARU: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memberikan sambutan di acara pesantren Ramadan.
KEBIJAKAN BARU: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memberikan sambutan di acara pesantren Ramadan.
KUDUS – Kabar terbaru datang dari Kudus. Bupati Kudus segera membentuk program yang mewajibkan setiap sekolah menyelenggarakan pesantren Ramadan.

Program ini tersebut sangat penting untuk meningkatkan keilmuan islam.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kudus segera membentuk program pesantren ramadan tersebut. Instruksi ini mewajibkan siswa dari SD hingga SMA menjalani pesantren ramadan.

Pesantren ramadan ini bisa dilaksanakan dengan menginap salah satu pondok pesantren. Siswa akan diberikan pembelajaran keagamaan pada program tersebut.

 Baca Juga: Pemkab Kudus akan Melakukan Optimalisasi untuk Meningkatkan PAD dengan Lelang Ulang Lahan Parkir Pasar

”Wajib bisa menyelenggarakan pesantren kilat, tapi tidak di sekolahnya. Namun Ponpes di sekitar sekolahnya,” katanya.

Dia menambahkan, terkait siswa SMA, Pemkab Kudus melalui Disdikpora akan berkomunikasi dengan Disdikpora Pemrov Jateng.

Program mondok ini, terinspirasi dari SMP 2 Kaliwungu. Sekolah tersebut menyelenggarakan pesantren kilat selama tiga hari di Ponpes  Ponpes Darun Na'im, Padurenan, Gebog, Selasa (11/3/2025).

 Baca Juga: Kasihan, Bonus Pemain Persiku Kudus Makin Tak Jelas, Imbas Persiku Didenda Rp 100 Juta?

"Pesantren Ramadan bisa menjadi bekal kehidupan terutama bagi siswa sekolah negeri. Bisa jadi tambahan pendidikan agama sekaligus lingkungannya yang bagus," tuturnya.

Bupati mengingatkan agar siswa berbakti kepada orang tua terutama ibu.

Siswa diminta belajar sebaik-baiknya selama 3 hari. Setelah selesai, pihaknya mengingatkan para siswa untuk mencium tangan ibu. Sebagai tanda bakti dan menyampaikan kalau belajar di pesantren Ramadannya sudah lulus.

Setelah nyantri, siswa diminta untuk menjadi santri yang  memegang syariat agama dimanapun berada. Tapi, tetap menghargai pemeluk agama lain.

Baca Juga: Imbas Denda Komisi Disiplin Rp100 Juta, Bonus Pemain Persiku Kudus Terkatung-katung

Senada, Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton menjelaskan kegiatan ini menjadi pelopor bagi sekolah lain. Menurutnya, di era digitalisasi ini, pelajaran agama sangat penting untuk membentengi diri dari pengaruh buruk.

"Semoga sampai kapanpun, adek-adek semua tetap teguh memegang prinsip agama Islam," imbaunya. (gal/him)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#Samani Intakoris #ponpes #ramadan #bupati kudus