SPEKTAKULER! Brand Lokal Kudus Unjuk Gigi di Fashion on The Street, Berpotensi Tembus Pasar Nasional
Indah Susanti• Senin, 24 Februari 2025 | 16:38 WIB
MEMUKAU: Fashion On The Street menampilkan produk dari brand lokal Kudus di Jalan Sunan Kudus.
KUDUS – Ajang Fashion on The Street dalam rangkaian Tradisi Dandangan sukses menjadi panggung bagi brand lokal Kudus untuk unjuk gigi.
Sebanyak enam brand lokal memukau penonton dengan koleksi terbaik mereka, yang memadukan unsur tradisional dan modern.
Acara ini juga dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton, yang mengapresiasi perkembangan industri fashion di daerahnya.
Lebih dari sekadar fashion show, event ini menjadi ajang promosi bagi para perancang busana dan pelaku UMKM lokal.
Harapannya, brand-brand asal Kudus bisa lebih dikenal secara luas, bahkan menembus pasar nasional dan internasional.
Kudus Punya Potensi Besar di Dunia Fashion
Wakil Bupati Bellinda mengaku kagum dengan kreativitas desainer lokal yang semakin berkembang.
Menurutnya, Kudus selama ini lebih dikenal sebagai Kota Kretek, namun sebenarnya memiliki potensi besar di bidang lain, termasuk fashion.
“Fashion on The Street ini bukti bahwa Kudus punya potensi besar di industri mode. Brand lokal kita tidak kalah dengan kota-kota besar, bahkan bisa menjadi ikon fashion tersendiri. Harapannya, produk mereka bisa lebih dikenal luas dan bersaing di pasar nasional,” ujar Bellinda.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak agar industri fashion di Kudus terus berkembang.
Menurutnya, event seperti ini harus rutin diadakan agar menjadi wadah bagi desainer muda dan pelaku usaha lokal untuk menampilkan karya mereka.
“Fashion show ini bukan hanya ajang pamer koleksi, tapi juga kesempatan emas bagi desainer dan pelaku UMKM untuk mempromosikan brand mereka. Kalau kita serius mengembangkan ini dengan kolaborasi yang kuat, bukan tidak mungkin Kudus bisa jadi pusat mode yang berdaya saing,” tambahnya.
MEMUKAU: Fashion On The Street menampilkan produk dari brand lokal Kudus di Jalan Sunan Kudus.
Kolaborasi Desainer Lokal dan Anak Muda
Tidak hanya melibatkan desainer kawakan, Fashion on The Street juga menjadi ajang bagi anak-anak muda dan model cilik untuk turut serta dalam industri fashion.
Partisipasi dari berbagai kalangan ini menunjukkan bahwa dunia fashion di Kudus semakin menarik minat generasi muda, sekaligus menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem fashion yang berkelanjutan.
Pada gelaran kali ini, enam brand lokal yang tampil dengan koleksi unggulan mereka adalah:
Tera Batik – Menampilkan koleksi batik dengan sentuhan modern yang tetap mempertahankan ciri khas batik Kudus.
Sanggar Putri Srikandi – Fokus pada busana tradisional dengan desain elegan yang cocok untuk berbagai acara formal.
Tan’eem – Brand dengan konsep minimalis modern yang mengedepankan kenyamanan dan kesederhanaan.
Caranells by Amelia – Menampilkan koleksi busana kasual dan formal yang stylish.
Zelmira by SMK NU Banat Kudus – Brand yang lahir dari sekolah kejuruan dan telah menorehkan prestasi di berbagai ajang fashion nasional.
Muria Batik – Mengangkat motif khas Kudus dalam desain busana yang lebih kekinian.
Keenam brand ini menampilkan karya yang menunjukkan perpaduan kekayaan budaya lokal dengan sentuhan modern, sehingga tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga berpotensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut di pasar yang lebih luas.
Melihat antusiasme tinggi dari peserta maupun penonton, Fashion on The Street bisa menjadi langkah awal bagi Kudus untuk mengembangkan industri fashionnya lebih jauh.
Para desainer lokal dan pelaku UMKM pun diharapkan terus berinovasi agar produk mereka semakin diminati.
Salah satu peserta, Amelia, pemilik brand Caranells, mengaku senang bisa berpartisipasi dalam ajang ini. Baginya, event seperti ini sangat membantu memperkenalkan brand lokal ke masyarakat luas.
“Fashion show seperti ini jadi kesempatan emas bagi kami. Selain bisa memperkenalkan koleksi baru, kami juga bisa bertemu dengan pelanggan langsung dan mendapat feedback dari mereka,” ujar Amelia.
Dengan adanya ajang seperti ini, bukan tidak mungkin ke depan Kudus bisa menjadi salah satu kota dengan industri fashion yang diperhitungkan.
Potensinya sudah ada, tinggal bagaimana sinergi antara desainer, pemerintah, dan masyarakat dalam mengembangkan ekosistem fashion yang lebih kuat.(san)