KUDUS – Wakil Bupati (Wabup) terpilih Kudus Bellinda Birton tiba di Pendapa Kabupaten Kudus pada Jumat (21/2) usai dilantik di Jakarta Pusat.
Bellinda menumpangi mobil Mercedes Benz G-Class berwarna hitam.
Kedatangannya di pendapa sekitar pukul 10.49 bersama rombongan. Selain itu, hadir juga istri Bupati Kudus Sam’ani Intakoris.
Sebelum Bellinda tiba, para aparatur sipil negara (ASN) hingga relawan pemenangan bersiap di halaman pendapa untuk menyambut kedatangan wabup Kudus itu.
Sesampainya di Pendapa Kudus, Bellinda bersama rombongan berjalan kaki dari pintu masuk hingga ke kantor bupati Kudus.
Di sela-sela perjalanannya, Bellinda bersalaman dengan ASN dan relawan pemenangan yang telah menyambut.
Setelah bersalaman, Bellinda kemudian melakukan sungkeman dengan orang tuanya dan doa bersama di dalam Pringgitan Pendopo.
Bellinda mengatakan, kepulangannya dari Jakarta tidak melintasi Jembatan Tanggulangin. Ia bersama rombongan melintasi jalur Purwodadi-Kudus.
”Alasannya ya kata orang tua antisipasi saja. Nggak rugi lewat sana (Purwodadi-Kudus, Red),” katanya.
Terkait perjalanannya melintasi Jalan Kudus-Purwodadi, kata Bellinda jalur tersebut rusak dan bergelombang.
”Serulah pokoknya lewat Undaan. Nanti kami benerin lah,” ungkapnya.
Sementara itu, dia bersyukur pelantikan di Istana Kepresidenan berjalan lancar.
Pelantikan dirinya bersama Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menjadi momen bersejarah. Sebab, para kepala daerah dilantik oleh presiden.
Sesampainya di pendapa, Bellinda menghadiri Pesta Rakyat pada pukul 13.00. Pesta rakyat ini menyediakan 30 kuliner dari pedagang kaki lima (PKL).
Selain itu, ada syukuran lain 14 ekor kambing. Seluruh makanan tersebut akan diberikan gratis kepada masyarakat.
Usai mengikuti Pesta Rakyat, Bellinda menemui mahasiswa yang berdemo di depan pendapa.
Dari pantuan di lapangan, ratusan mahasiswa menyuarakan aspiranya di depan Pendapa Kabupaten Kudus.
Mereka juga membakar ban serta dilanjutkan pembakaran karangan bunga ucapan selamat kepada Bupati Kudus Sam’ani-Bellinda.
Adapun tuntutan mahasiswa ini, program pendidikan dan kesehatan harus diprioritaskan.
Menuntut pelaksanaan efisiensi anggaran yang sesuai, tanpa mengorbankan pendidikan hingga kesehatan.
Di samping itu, mahasiswa juga menuntut kajian ulang program Makan Bergizi Gratis (MBG). Serta menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset. (gal)
Editor : Ali Mustofa