KUDUS – Kue keranjang hasil produksi perajin kue keranjang di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus, terus diminati pasar.
Pemasaran kue keranjang tersebut tembus pasar Jakarta hingga Surabaya.
Paulus Andi, generasi ketiga perajin kue keranjang, menyampaikan bahwa produksi mereka stabil di angka tiga ton setiap tahunnya.
Hingga Selasa (28/1), sebanyak 1,5 ton kue keranjang telah terjual untuk memenuhi kebutuhan Imlek.
“Kami hanya memproduksi kue keranjang saat momen Imlek. Produksi dimulai satu bulan sebelum Imlek hingga 15 hari setelahnya. Biasanya, kami menyesuaikan dengan permintaan, sehingga stok bisa terdistribusi dengan baik,” ujar Paulus.
Tidak hanya memenuhi pasar lokal di Kudus, penjualan kue keranjang ini telah menjangkau berbagai wilayah seperti Kebumen, Semarang, Surabaya, dan Jakarta.
Pengiriman dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Tionghoa yang merayakan Imlek di berbagai daerah.
“Kami rutin mengirimkan kue keranjang ke kota-kota besar. Kebanyakan pembeli adalah pelanggan lama yang sudah percaya dengan kualitas produk kami,” tambahnya.
Kue keranjang produksi Paulus hadir dalam berbagai rasa, mulai dari original, cokelat, pandan, frambos, hingga durian.
Beragam ukuran kemasan juga disediakan, seperti 1 ons, 250 gram, hingga 500 gram, agar lebih mudah disesuaikan dengan ke butuhan pembeli.
Paulus juga menjelaskan bahwa kue keranjang kini semakin inovatif dengan berbagai olahan, seperti di goreng dengan telur, wijen, atau disajikan dengan kuah santan.
“Jika ada yang pesan olahan tertentu, kami juga siap melayani,” jelasnya.
Proses pembuatan kue keranjang melibatkan bahan-bahan seperti tepung ketan, gula, dan air yang dicampur dan dikukus selama enam jam.
Setelah matang, kue dikemas dengan rapi untuk menjaga kualitasnya hingga sampai di tangan pembeli.
Paulus berharap tradisi pembuatan kue keranjang ini tetap terjaga sebagai bagian dari budaya perayaan Imlek.
“Produksi ini bukan sekadar bisnis, tetapi juga cara untuk menjaga tradisi dan menjalin relasi antar sesama,” pungkasnya. (dik)
Editor : Ali Mustofa