Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Buntut TPA Tanjungrejo Ditutup Warga, Sampah di Pasar Bitingan Kudus Menumpuk, Dinas Kesehatan: Bisa Timbulkan Diare dan Tipes,

Indah Susanti • Rabu, 22 Januari 2025 | 15:53 WIB
MENUMPUK: Kondisi sampah di Pasar Bitingan sudah mulai menumpuk. Ini timbul dari penutupan TPA Tanjungrejo karena overload.
MENUMPUK: Kondisi sampah di Pasar Bitingan sudah mulai menumpuk. Ini timbul dari penutupan TPA Tanjungrejo karena overload.

KUDUS – Sampah menumpuk akibat ditutupnya tempat pembuangan akhir (TPA) sejak Kamis (16/1) 2025 hingga sekarang, sudah mulai menimbulkan dampak terhadap masyarakat.

Permasalahan sampah ini juga sudah menjadi perhatian penting Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus.

Tumpukan sampah yang ada di area pasar dan pinggir-pinggir jalan sudah mulai membusuk.

Seperti di tempat sampah Jalan Bhakti, Desa Rendeng, Kecamatan Kota, tong sampah yang sudah tak cukup, sehingga harus dibungkus dengan plastik kresek.

Kemudian, TPS Rendeng dekat asrama polisi Polres Kudus, sampai meluber hingga ke area bahu jalan.

Kemudian, di dekat GOR Djarum Kaliputu juga banyak sampah bertumpuk di lahan kosong pinggir jalan raya.

Sampah itu diduga dari rumah tangga seperti bungkus makanan dan minuman.

Sampah-sampah tersebut tidak dapat dibawa ke TPA Tanjungrejo Kudus lantaran ditutup warga setempat sementara waktu ini.

Penutupan itu dilakukan karena warga geram dengan pengelolaan sampah di TPA Tanjungrejo yang tak kunjung beres.

Persoalan tersebut bisa menimbulkan masalah. Salah satunya masalah kesehatan bagi masyarakat.

Kabid Kesehatan Masyarakat DKK Kudus Nuryanto menjelaskan, sampah yang menumpuk di berbagai titik itu dapat menimbulkan beragam penyakit. Di antaranya gangguan pernapasan, diare, dan tipes.

Baca Juga: Kondisi TPA Tanjungrejo Kudus Overload dan Masih Penanganan, Penutupan Dimungkinkan Diperpanjang

”Tumpukan sampah bisa menimbulkan banyak penyakit. Baunya yang tidak sedap dapat menimbulkan gangguan pernapasan,” jelasnya.

Dia menambahkan, keberadaan sampah juga berpotensi memunculkan lalat yang begitu banyak.

Lalat inilah yang menyebabkan masyarakat mengidap diare maupun tipes. Lalat yang masuk ke dalam rumah kemudian hinggap ke makanan tentunya menyebarkan penyakit.

Menurut Nuryanto di musim hujan seperti saat ini sampah yang menumpuk dapat menimbulkan bau busuk.

Air hujan yang mengenai sampah apabila masuk ke sungai juga dapat menimbulkan pencemaran air.

”Resapan air tanah bisa tercemar akibat sampah yang tak kunjung diambil. Bahkan, masyarakat bisa berpikiran membuang sampah di sungai, sehingga menjadi kotor, bisa menyumbat aliran air dan menimbulkan bau tak sedap,” imbuhnya. (san/him)

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#tipes #TPA Tanjungrejo kudus #pemkab kudus #diare #sampah #Kudus