KUDUS – Penanganan darurat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo dipastikan lebih dari dua hari. Penanganan darurat per kemarin baru mencapai 75 persen.
Diketahui, kondisi TPA Tanjungrejo mengalami overload. Sebab, sampah per hari yang masuk ke TPA mencapai 175 ton. Umur TPA Tanjungrejo diprediksi hanya bertahan dua tahun.
Kondisi tersebut membuat lingkungan warga sekitar terkena dampak pencemaran.
Warga Desa Tanjungrejo pada Kamis (16/1) pun menggelar aksi memblokade akses masuk TPA.
Kepala UPT TPA Tanjungrejo Eko Warsito menyatakan, sampai kemarin penataan sampah terus dilakukan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menindaklanjuti aksi warga yang memblokade TPA.
Eko menjelaskan, dalam penanganan darurat ini, ada tiga langkah yang dijalankan pemkab.
Pertama, pengurangan bau tak sedap di area TPA. Dilakukan dengan penyemprotan cairan eco enzyme secara rutin.
”Sekarang ini bau sudah tidak begitu menyengat. Karena kami menyemprotkan cairan eco enzyme," katanya.
Kedua, pihaknya juga membuat 18 kantong untuk penampungan air lindi atau air limbah sampah.
Untuk sementara waktu, air lindi tersebut tidak dialirkan ke kolam air lindi.
Ketiga, gunungan sampah di TPA ditata dengan dipindahkan ke bagian barat.
”Kalau dipindahkan ke selatan tidak bisa, karena tembok mengalami ambles dan akan berdampak kepada masyarakat," ungkapnya.
Penataan sampah di TPA ini, pihaknya menerjunkan lima ekskavator, satu buldozer, dan satu loader.
Dengan memaksimalkan alat berat tersebut, diharapkan sampah bisa tertata dengan cepat.
”Jadi kami belum tahu apakah besok (hari ini, Red) bisa selasai. Yang jelas sampai dengan saat ini (kemarin, Red) operasional TPA masih ditutup," ungkapnya.
Terkait TPA akan aktif lagi, pihaknya belum bisa memastikan. Namun, pihaknya berupaya dengan segera.
Eko menambahkan, sebelum TPA ini beroperasi lagi, pihaknya akan berkomunikasi dengan Dinas Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus beserta Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjungrejo.
Di sisi lain, masyarakat Kabupaten Kudus diminta memaklumi adanya kondisi ini.
Masyarakat juga diminta untuk memilah sampah rumah tangga sebelum dibuang. (gal/lin)
Editor : Ali Mustofa