Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Punya Asuransi, Pemilik Tempat Penitipan Motor di Jekulo Kudus yang Terbakar Pusing Pikirkan Ganti Rugi

Indah Susanti • Selasa, 31 Desember 2024 | 00:27 WIB

 

TINGGAL KERANGKA: Warga melihat kondisi lokasi titipan sepeda dan motor yang terbakar di Desa Bulungcangkring, Jekulo, Kudus.
TINGGAL KERANGKA: Warga melihat kondisi lokasi titipan sepeda dan motor yang terbakar di Desa Bulungcangkring, Jekulo, Kudus.

KUDUS – Tempat penitipan sepeda dan motor yang terkabar itu, berkapasitas sekitar 150 sepeda dan motor.

Saat terbakar itu, kapasitas sedang penuh. Ada 28 kendaraan, baik sepeda serta motor matik maupun manual yang terbakar.

Menurut Mashudi, pemilik titipan sepeda dan motor itu, lahan titipan miliknya tersebut, sudah beroperasi selama 30 tahunan.

”Titipan ini dari dulunya harga titipan sepeda Rp 100 hingga sekarang menjadi Rp 3.000 untuk motor dan sepeda Rp 2.000,” ungkapnya.

Mashudi mengaku, meski sudah lama beroperasi, tapi titipan yang dia kelola tidak punya asuransi.

Dengan begitu, untuk ganti rugi sepeda dan motor yang terbakar itu, sementara ini dipikirkan. Sebab, ada sangkut pautnya dengan orang banyak.

”Yang kebakar itu ada Honda Scoopy, Honda Supra, Yamaha Alfa, Honda Beat, Yamaha Vega, dan lainnya. Kalau untuk kendaraan Yamaha Nmax dan jenis lain yang memiliki bodi besar ditempatkan sendiri, sehingga aman,” ucapnya.

Mashudi mengaku, kendaraan yang terbakar jenis matik dan manual dengan kondisi motor lama.

Selain area penitipan yang terbakar, ada juga kayu-kayu yang akan digunakan untuk rumah joglo, termasuk gebyok yang ikut ludes.

”Proses ganti rugi sambil jalan. Pikiran saya masih bingung,” ungkapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Kaenah, salah satu warga Desa Klaling, Jekulo, pemilik salah satu sepeda ontel yang ikut terbakar mengaku, sudah berlangganan menitipkan sepeda di tempat Mashudi.

Sebab, dekat dengan warung yang ia jadikan jualan lauk-pauk.

”Saya jual makanan matang, seperti sayur dan lele bakar. Ya, saya panik kepikiran sepeda saya, tapi tidak berani mendekat, karena suasana ramai orang mondar-mandir. Saya pasrah saja,” kata Kaenah.

Setelah situasi kondusif dan dirasa aman, Kaenah mencoba mendekat dan mengecek keadaan sepedanya.

Ternyata kondisi sepedanya sudah mleyot bagian depan, karena ban terbakar dan sadel meleleh. Setelah kejadian itu, Kaenah tidak jadi berjualan dan pulang dijemput anaknya. (san)

Editor : Ali Mustofa
#kebakaran #kendaraan #sepeda motor #Kudus