Lokasi pembangunan kolam retensi di Desa Jati Wetan, masih banyak pekerja yang sibuk menyelesaikan pekerjaannya.
Namun untuk pekerjaan inti, dikatakan salah satu pekerja bahwa semuanya sudah selesai dan tinggal finishing. Bahkan uji fungsi pemanfaatan kolam retensi juga sudah dilakukan.
Selain itu, pembangunan taman di sekitar lokasi kolam retensi juga terlihat hampir selesai.
Tinggal sedikit penyelesaian dan ditargetkan pada 31 Desember 2024 semuanya selesai.
Kepala Desa Jati Wetan Agus Soesanto mengatakan, kolam retensi mampu memberikan manfaat bagi warga sekitar.
Utamanya dalam mengurangi dampak banjir yang sering melanda wilayah Kecamatan Jati dan sekitarnya.
“Harapan kami, kolam retensi besar manfaatnya. Mampu mengurangi dampak banjir,” katanya Agus.
Selain itu, ketika kolam retensi sudah selesai dibangun dan mulai dioperasikan, Agus berharap semua pihak ikut serta dalam perawatannya.
Termasuk keikutsertaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus maupun pihak-pihak terkait lainnya.
“Saat perawatan-perawatan, dari pemerintah semuanya saling bersinergi,” harapnya.
Menurut Agus, banjir biasanya datang melanda wilayah Desa Jati Wetan dan sekitarnya pada akhir bulan Januari hingga awal Februari.
Ketika kolam retensi mulai dioperasikan, dirinya berharap banjir bisa cepat surut dan tidak lagi mengganggu aktivitas warganya.
Agus menyampaikan, saat hujan deras beberapa waktu lalu mengguyur wilayahnya, pompa skala besar menuju kolam retensi sudah mulai dimanfaatkan. Membuat genangan air langsung surut dan tidak ada banjir.
“Semoga nanti juga seperti itu, tidak ada lagi banjir saat musim hujan tiba,” harapnya.
Sebagai informasi, pembangunan kolam retensi di Desa Jati Wetan Kudus dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) tahun anggaran 2024 senilai kurang lebih Rp 370 miliar. (san/him)
Editor : Noor Syafaatul Udhma