KUDUS – Jembatan apung yang menghubungkan Desa Setrokalangan, Kaliwungu, Kudus, dan Desa Kedungwaru, Karanganyar, Demak, diputus pada Jumat (6/12) lalu.
Tujuannya, agar banyaknya sampah yang terseret arus sungai bisa lewat.
Namun, warga mengeluh, karena untuk menuju Demak dan sebaliknya, akses jalan harus memutar jauh. Lewat Tanggulangin.
Siti, seorang perempuan pedangang pisang menjelaskan, jembatan tersebut menurut informasi memang sengaja diputus.
Tujuannya agar banyaknya sampah seperti enceng gondok, gedebok pisang, dan ranting bisa terbawa aliran sungai.
Untuk saat ini, sudah memasuki musim hujan yang menyebabkan debit air sungai naik, sehingga aliran sungai kuat membawa sampah-sampah tersebut.
Ia mengeluh aktivitas sehari-harinya sebagai pedagang pisang menjadi kacau. Sebab, harus melewati rute jalan yang lebih jauh.
”Saya kalau kulakan di Desa Tugu Lor, Karanganyar, Demak. Biasanya lewat jembatan ini. Namun untuk sementara waktu, jembatan ini tidak bisa saya lewati. Harus lewat Tanggulangin,” jelasnya.
Menurut pantauan Jawa Pos Radar Kudus kemarin, jembatan tersebut sedang dalam persiapan pemasangan.
Ada lima pekerja yang berada di seberang sungai. Lebar jembatan itu sekitar 2,5 meter dan panjang 75 meter. (dik/lin)
Editor : Ali Mustofa