KUDUS – Pembangunan kolam retensi telah mencapai 90 persen per kemarin.
Kolam sebagai pengendali banjir tersebut, diperkirakan selesai pada Desember nanti dan siap menyambut musim hujan.
Terutama saat puncak musim hujan yang diprediksi pada Februari mendatang.
Kolam yang berada di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, ini, luasnya sekitar lima hektare.
Diperkirakan dapat menampung air hingga 200.000 meter kubik. Ditujukan untuk mengatasi banjir ketika volume air berlebih saat musim hujan.
Penjabat (Pj) Bupati Kudus M. Hasan Chabibie saat meninjau pembangunan kolam retensi kemarin siang menyampaikan, pembangunan kolam retensi ini, sumber dananya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) 2024 senilai Rp 350 miliar.
Progres proyek ini, telah mencapai 90 persen, sehingga kemungkinan selesai sesuai dengan target.
”Kami harap dengan adanya kolam retensi ini, bisa menampung atau mengalirkan air bervolume besar. Harapannya, dapat mengatasi banjir yang sering terjadi di Kecamatan Jati dan Kudus bagian selatan,” harapnya.
Selain itu, penempatan pompa-pompa berskala besar di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Jati, juga dipantau oleh Hasan.
Ada lima pompa air yang tersedia sudah siap. Hanya tinggal menunggu jaringan listrik dari PLN, agar bisa dioperasikan.
Terdiri atas tiga unit pompa berskala 1.500 meter kubik per detik dan dua unit pompa berskala 500 meter per detik.
Pompa-pompa tersebut, nantinya akan digunakan untuk mengalirkan air dari genangan di Kecamatan Jati menuju Sungai Wulan.
Hasan menegaskan, akhir Desember semua proyek dapat selesai dan mulai dioperasikan.
”Jika pompa sudah berfungsi dengan baik, genangan air yang ada di Kecamatan Jati dapat segera ditarik ke Sungai Wulan. Dengan begitu, bisa meminimalisasi genangan-genangan air yang dapat menimbulkan banjir,” imbuhnya. (dik/lin)
Editor : Ali Mustofa