KUDUS – Sistem pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) masih terus dimatangkan.
Saat ini pihak terkait menyusun konsep menggandeng kantin sekolah dan pelaku usaha makanan atau catering untuk menyajikan MBG.
Kabid Dikdas Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Anggun Nugraha menyebut, rencana pelibatan kantin sekolah dalam program MBG akan dikonsep semacam konsorsium.
Konsorsium yang dimaksud yakni membentuk badan usaha untuk sejumlah kantin sekolah, dapat berupa semacam koperasi.
Nantinya mendapat pelatihan serta pengurusan izin usaha, agar dapat berpartisipasi dalam Program Makan Bergizi Gratis.
“Keterlibatan kantin nanti untuk kegiatan penyediaan makanan, nanti satu konsorsium kantin menyediakan makanan untuk beberapa sekolah,” kata Anggun, kemarin (7/10) 2024.
Pihaknya juga, akan melibatkan catering, yang tentunya harus mengantongi Sertifikat laik Higienis Sanitasi (SLHS).
Hal ini untuk menjamin keamanan pangan yang akan dikonsumsi oleh siswa.
”Kita butuh pelaku usaha makanan cukup banyak, misalnya sasarannya ada sekitar 127 ribu siswa, untuk menangani kebutuhan memasak menu MBG, satu catering misalnya menangani untuk 2.000 siswa berarti kita butuh sekitar 65 catering dan kantin,” tuturnya.
Terpisah, Kabid Kesehatan Masyarakat DKK Kudus Nuryanto menjelaskan, saat ini jumlah pelaku UMKM untuk katering masih sangat minim.
Pihaknya pun mendorong agar UMKM mengikuti pelatihan agar mendapatkan SLHS.
”Kemarin ada pelatihan itu yang ikut sekitar 170 UMKM, yang lolos dan dapat SLHS hanya enam pelaku usaha. Kalau jumlah total yang punya SLSH, hingga tahun ini ya sekitar 14 UMKM,” ujarnya.
Sementara, untuk kantin sekolah, Nuryanto membeberkan MTs Negeri 1 Kudus telah mengantongi SLHS.
Sementara kantin sekolah lainnya, masih dalam proses dan masih diarahkan untuk memenuhi standar kelaikan dari DKK Kudus.
”Setiap ada penilaian sekolah sehat, kami arahkan ke sana, sehingga kantin sekolah juga terjamin keamanan pangan dan jajanannya untuk konsumsi siswa,” imbuhnya. (san/him)
Editor : Ali Mustofa