KUDUS - Berdirinya Pondok Pesantren tahfidz Thoriqul Jannah di Desa Gamong, Kaliwungu, Kudus punya peran signifikan bagi wilayah setempat. Keberadaan Ponpes ini sebagai wadah pembelajaran nilai keislaman dan bermasyarakat.
Selain mengajarkan ilmu agama, Ponpes ini dinilai mampu merubah citra Desa Gamong di mata masyarakat ke hal yang positif.
Pengasuh Ponpes Thoriqul Jannah, Habib Husein Al Jufry menyatakan, awal mula berdirinya Ponpes ini bermula dari cita-cita sang pemilik Pranoto yang juga sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus.
Ketika ayah Pranoto meninggal dunia, pemilik Ponpes mendatangakan orang untuk membaca Al Quran. Dari situlah hati Pranoto terketuk untuk mendirikan Ponpes.
”Ini bisa menjadikan Desa Gamong yang agamis, karena dulu-dulu desa banyak hal yang negatif” katanya.
Berdirinya Ponpes yang berada di pinggiran desa ini, mampu merubah pandangan orang terhadap Desa Gamong. Keberadaan Ponpes ini bermanfaat bagi masyarakat Kudus dan seluruh warga Indonesia.
Baca Juga: Mengenal Sosok Pranoto, Anggota Dewan Kudus yang Peduli Wong Cilik dan Yatim Piatu
Cita-cita Pranoto dari awal adalah ingin memberikan pendidikan gratis kepada para santri yatim piatu. Para santri akan memperoleh pendidikan mulai dari SD hingga ke perguruan tinggi.
Berkembangnya waktu, santri yang mendaftar tidak dibatasi dari kalangan yatim piatu saja. Kini masyarakat umum bisa mendaftarkan putra-putrinya untuk mengenyam pendidikan di Ponpes Thoriqul Jannah.
”Berdirinya Ponpes ini, Bapak Pranoto berharap bisa mewarnai Desa Gamong untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.
Habib Husein menambahkan, pendidikan pesantren atau agama sangatlah perlu untuk era sekarang ini.
Ia melihat, perkembangan teknologi mampu menggerus karakter anak-anak apabila dilandasi ilmu agama yang kuat.
Selain itu, kesibukan kedua orangtua dalam mencari nafkah dan tak sempat mendidik anak secara langsung adalah salah satu faktor.
Ponpes Thoriqul Jannah berkomitmen untuk mendidik para santri menjadi pribadi yang soleh, solehah, serta bermanfaat bagi keluarga, dan bangsa.
Sementara itu, Pemilik Ponpes Thoriqul Jannah, Pranoto menambahkan, dalam pembelajaran menghafal ada beberapa pendekatan agar para santri tidak tegang dan enjoy.
Setiap akhir bulan para santri diajak jalan-jalan keluar Ponpes, tujuannya untuk refreshing.
Baca Juga: Duh, Atlet PON Kudus Keluhkan Uang Saku Kurang, Cuma Dapat Rp 500 Ribu? Begini Penjelasan KONI Kudus
”Tentunya jalan-jalan yang bermanfaat, seperti berziarah atau menyempatkan melihat pemandangan alam,” katanya.
Di samping itu, Ponpes ini juga memiliki situasi lingkungan yang asri dan nyaman. Lingkungan yang hening dan disugihi pemandangan Gunung Muria, menjadi keunggulan Ponpes milik politisi PDIP ini.
Pranoto berharap, hadirnya Ponpes di tengah-tengah lingkungan masyarakat diharapkan mampu menggugah hati warga setempat untuk memberikan anak-anak mereka belajar ilmu agama.
Tak hanya itu, para santri juga akan dibekali ilmu-ilmu kehidupan dalam mengampu ilmu di pesantren. (gal/*)
Editor : Noor Syafaatul Udhma